Petugas Partai, Risma Akan Jalankan Perintah PDIP ke Pilgub DKI?

Jelang Pilgub DKI

Petugas Partai, Risma Akan Jalankan Perintah PDIP ke Pilgub DKI?

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 22 Jul 2016 10:25 WIB
Petugas Partai, Risma Akan Jalankan Perintah PDIP ke Pilgub DKI?
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) secara pribadi memang tak ingin maju Pilgub DKI. Namun sebagai petugas partai, Risma mungkin sulit menolak jika dipaksa maju oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Mengutus kepala daerah sukses ke Pilgub DKI bukan pertama kali dilakukan PDIP. Pada Pilgub DKI 2012 silam Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menginstruksikan Joko Widodo yang kala itu masih menjabat Wali Kota Solo ke Pilgub DKI. Fenomena Jokowi kala itu tak terbendung, berduet dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Jokowi memenangkan Pilgub DKI, menaklukkan incumbent Fauzi Bowo (Foke) yang diprediksi sejumlah lembaga survei bakal menang mudah.

Apakah PDIP akan mengambil langkah serupa di Pilgub DKI 2017 mendatang? PDIP memang sampai kini belum mengambil keputusan, namun sinyal bakal meminang Risma semakin jelas. Nyatanya Risma sampai bicara kepada Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bahwa dirinya tak mau diusung di Pilgub DKI, mungkinkah ada yang menolak kalau tidak diminta?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu jika akhirnya Megawati menerbitkan surat perintah atau surat mandat agar Risma maju Pilgub DKI, apakah Risma akan menolak sebagai petugas partai seperti Jokowi di Pilgub DKI 2017 silam?

Nyatanya Risma menyadari betul dirinya adalah petugas partai. Ia mengaku maju Pilwalkot Surabaya juga bukan atas kehendak sendiri, bukan karena ambisi pribadi.

"Wong aku juga petugas partai, jadi wali kota. Saya yang jalankan semua. Aku ndak pernah daftar. Aku ndak mau daftar. Aku jadi wali kota Surabaya, loh ndak daftar. Karena itu, ada prinsip yang tak pegang betul, itu berat kalau semua teman tahu, itu berat. Ini menyangkut nasib orang. Aku salah bikin kebijakan, orang bisa menderita. Aku bener, semua orang bisa seneng. Tapi aku kebijakan satu, kemudian ada orang yang nanti menangis atau menderita. Itu berat, jadi pemimpin itu nggak mudah," kata Risma saat ditanya soal kesiapannya memimpin Jakarta, di sela-sela pemaparan soal e-planning di kantor Kemendagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (21/7/2016) kemarin.

Risma bahkan tak tahu harus menjawab apa jika dirinya ditunjuk PDIP sebagai cagub DKI. Alih-alih menjawab langsung, dia meminta pertanyaan itu dilontarkan ke warga Surabaya.

"Mati aku. Cara nolaknya, mungkin warga Surabaya nanti ya. Aku juga bingung, aku nggak pernah bayangin pertanyaan itu. Gimana jawabnya? wong aku nggak pernah bayangin pertanyaan itu," katanya.

Risma sendiri sebenarnya sudah menyampaikan kepada Mega bahwa dirinya tak mau jadi gubernur. Namun dari beragam pernyataan Risma, semakin jelas ia menginginkan warga Surabaya yang memutuskan jika nantinya PDIP mau meminangnya ke Pilgub DKI.

"Saya nggak bisa jawab, saya serahkan semuanya ke warga Surabaya , saya kan sudah janji. Aku nggak mau nanti aku mati, aku ditanya janjiku. Yang bisa jawab itu orang Surabaya sebetulnya pertanyaan ini," kata Risma.

Lalu apakah warga Surabaya akan merestui Risma ke Pilgub DKI seperti dukungan warga Solo ke Jokowi pada tahun 2012 silam? (van/trw)


Berita Terkait