Dalam pertemuan menjelang malam tersebut, keduanya tidak membicarakan Pemilihan Gubernur (pilgub) Banten secara khusus. Pada awal pembicaraan, Aeng menyampaikan agar Rano Karno bisa mengusulkan kepada Presiden Jokowi untuk membangun Universitas Islam Internasional yang menjadi program Presiden di wilayah Provinsi Banten.
"Saya tidak spesifik membahas Pilgub dengan Pak Rano, (tapi) saya tertarik ide Pak Rano membangun Islamic Center. Maka saya usulkan agar Rano juga bisa menarik program Presiden Jokowi yang ingin membangun Universitas Islam Internasional ke Banten," ujar Aeng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Demokrat Banten Aeng Harudin (Yasser/detikcom) |
Kendati demikian, Aeng tidak menampik bahwa dirinya juga membawa obrolan Pilgub Banten yang akan digelar pada Februari 2017 mendatang. Aeng menyebutkan ada dua kader yang menguat di internal kader Demokrat untuk bisa maju dalam Pilgub.
"Pertama memang tetap Pak WH (Wahidin Halim) yang masih terus bergerak untuk maju sebagai Cagub. Tapi juga ada Arief Wismansyah yang saat ini menjadi Walikota Tangerang yang digadang sebagai Cawagub mendampingi Rano," tuturnya.
Aeng menegaskan bahwa keputusan di DPP Partai besutan SBY tersebut belum menentukan siapa calon yang diusungnya. "Sampai saat ini belum ada. Nanti kalau Pak WH yang ditetapkan, Pak Arief pasti ikut begitupun sebaliknya. Tergantung siapa yang diinginkan masyarakat yang diketahui lewat survey nanti," tegasnya.
Sementara itu, Rano Karno sendiri menyatakan belum menentukan siapa tokoh yang akan dipilihnya menjadi cawagub mendampingi dirinya. "Saya hanya ingin wakil yang bisa kerja," pungkasnya. (dnu/dnu)











































Ketua Demokrat Banten Aeng Harudin (Yasser/detikcom)