Menurut Risma, awalnya dia membuat program tersebut bukan untuk sekedar gaya-gayaan. Tapi ada hal penting yang mendasari programnya itu, yaitu untuk transparansi keuangan serta mencegah terjadinya kecurangan. Maka itu, Risma memilih untuk membuat sistem yang dirinya bisa atur dengan mudah lewat Handy Talky (HT) dan perangkat digitalnya. Alasan kedua adalah untuk mempermudah proses perizinan yang selama ini berbelit-belit.
"Ini bukan gaya-gayaan. Yang saya mau adalah buat sistem yang bisa saya lakukan bersama-sama jajaran saya dan berbasis aturan. Alasan kedua, di sistem penganggaran oke tapi ada masalah di perizinan. Makanya saya mudah proses perizinannya," kata Risma saat memaparkan e-Govermentnya di kantor Kemendagri, Kamis (21/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Usulan dari masyarakat tidak selalu di setujui tapi harus survei dulu. Bila musrembang elektronik disetujui maka akan masuk ke e-budget dan wajib dibangun. Sudah ada standar harga dasar. Di APBD sudah ada ukurannya juga. Ini dasarnya nyusun dan yang membuat hemat," ujar Risma.
"Hasil penghematan tersebut bisa dirasakan masyarakat. Contohnya di Surabaya pendidikan dari Paud hingga SMA gratis. Untuk yang miskin kita bantu sepatu, tas, buku, seragam dan sepeda. Kesehatan, semua warga berhak untuk kelas 3. Untuk lansia miskin, anak yatim dan orang cacat diberikan makanan Rp 11 ribu sehari. Makanannya juga kita standarkan dan kita suruh yayasan untuk mengatur. Ada juga 24 jam ambulans dan mobil jenazah gratis," lanjutnya.
Untuk efisiensi anggaran Pemkot Surabaya, dirinya mengatakan tahun depan tidak akan membeli laptop dan kamera. Dengan alasan sudah terlalu banyak laptop dan kamera sehingga susah dilacak. Selain itu, untuk pembelian ATK, kertas dan amplop semuanya harus diatur dalam e-budgeting.
Selain itu Surabaya juga sudah menerapkan sistem e-Education. Program tersebut sudah diterapkan oleh Risma sejak tahun lalu. Tepatnya saat ujian nasional tahun lalu, di mana Surabaya 100 persen menggunakan sistem komputer. Dirinya bangga serta minta maaf dengan hasil ujian nasional kota Surabaya. Dirinya minta maaf karena nilai ujian nasional tidak terlalu bagus. Namun dirinya bangga karena nilai tersebut didapat bukan dari hasil mencontek.
"Tahun lalu Surabaya ujian nasional sudah 100 persen berbasis komputer untuk SMP dan SMA. Ulangan saja sudah memakai komputer. Saya minta maaf anak Surabaya nilainya jelek karena anak Surabaya tidak nyontek. Integritas tertinggi di Indonesia dari Kemendikbud. Kalau nilai jelek yang malu adalah saya dan kepala dinas tapi saya bilang kalau mau berhasil harus kerja keras. Orang tua juga menerima nilai ulangan anaknya setiap hari," imbuh Risma.
Dalam e-Goverment Kota Surabaya, terdapat beberapa bagian seperti Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah yang terbagi atas e-Musrembang, e-Budgeting, e-Project, e-Peformance dan lain-lain. E-SDM yang terbagi atas tes CPNS, gaji berkala, kenaikan pangkat, mutasi dan pensiun. E-Monitoring yang terdiri atas CCTV/SITS, penertiban reklama, pajak dan retribusi dan operasi yustisi. E-Education yaitu pemerimaan murid baru, tryout online, rapor online. E-Office, E-Surat dan E-Jadwal. Beberapa bagian lain adalah E-Permit, E-Helth, Simprolamas, E-Dishub dan Media Center. (rvk/rvk)











































