Tentara Inggris Ditarik dari Irak Tahun 2006
Kamis, 24 Mar 2005 08:15 WIB
Jakarta - Tentara Inggris masih dibutuhkan di Irak setidaknya sampai tahun 2006 nanti. Namun selama ini, sekutu AS itu dinilai telah melakukan kesalahan dan salah menilai karena ikut menyerang Irak.Hal itu tertuang dalam sebuah laporan dari komite parlemen inggris yang cukup berpengaruh. Laporan tersebut juga menuduh London dan Washington telah gagal memperbaiki keadaan Irak.Munculnya laporan ini menimbulkan konflik menjelang Pemilu Inggris Mei 2005 mendatang. Sebelumnya PM Tony Blair diprediksi akan kembali menang, namun para pemilih yang marah atas perang Irak bisa mengurangi perolehan suaranya.Blair mendapat tekanan dari publik dan para anggota Partai Buruh yang dipimpinnya, untuk menetapkan tanggal penarikan pasukan Inggris dari Irak. Tapi Blair menolak dan mengatakan bahwa tentara Inggris tidak akan pergi, sampai pasukan Irak mampu mengatasi keamanannya sendiri."Melihat situasi Irak saat ini dan kondisi pasukan keamanan Irak, nampaknya pasukan Inggris akan ditarik mundur pada tahun 2006 nanti," kata Komite Pertahanan lintas partai yang membacakan isi laporan, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (24/3/2005) pagi.Inggris merupakan negara yang mengirimkan pasukannya dengan jumlah terbesar kedua sekitar 8.600 personel. AS di peringat pertama dengan sekitar 150 ribu pasukan di Irak.Komite juga menyebutkan, proses di Irak memang cukup impresif, tapi London dan Washington dinilai telah menganggap remeh masalah perbatasan Irak dengan Suriah dan Iran. Sehingga banyak pejuang asing yang masuk ke Irak."Pasukan Koalisi tidak memiliki inisiatif untuk berurusan dengan maslah yang terjadi pasca konflik di Irak," demikian isi laporan itu.
(fab/)











































