"Fokus pengadaan alutsista harus difokuskan untuk memenuhi postur kekuatan pokok minimum 2024, dan saya minta di tahun 2019 sudah harus terlihat kerangka modernisasi TNI," ucap Presiden Jokowi mengawali rapat di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (20/7/2016).
Hadir Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Jaksa Agung HM Prasetyo, Kepala BIN Sutiyoso, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Seskab Pramono Anung, Sesneg Pratikno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana strategis tahun 2024 yang kerangkanya harus terlihat tahun 2019 ditujukan untuk pengadaan alutsista di ketiga matra TNI. Pertama, TNI AD memiliki alutsista berat seperti tank medium, heli serbu, dan persenjataan infanteri khusus.
"TNI AL diperkuat dengan autsista dengan karakter kemampuan Angkatan Laut seperti kapal selam, kapal perang permukaan, sistem pengintaian maritim untuk pengamanan lokasi-lokasi yang punya potensi konflik," papar Jokowi.
Kemudian TNI AU diperkuat alutsista strategis berupa pesawat-pesawat jet tempur, pesawat angkutan berat, sistem pertahanan rudal, dan sistem radar.
"Ingin saya sampaikan bahwa semuanya ini agar ada transparansi yang betul-betul terbuka. Masukan-masukan dari semua matra baik AL, AD, AU, dari panglima TNI, Menhan, semuanya, sehingga betul-betul yang kita beli yang kita rencanakan ini adalah memang sebuah kebutuhan, bukan keinginan-keinginan," papar Jokowi.
Rapat yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB, hingga pukul 16.35 WIB masih berlangsung. (bal/aan)











































