"Pendidikan ini penting. Dunia Islam saat ini penuh kesedihan, sulit tersenyum seperti di Timur Tengah, Afrika, Eropa dan Amerika yang menuduh macam-macam. Kita bersyukur di Indonesia tidak terjadi seperti itu, masih ada harapan," ujar JK dalam sambutannya, di Desa Olak Utuk, Sumbawa, NTB, Rabu (20/7/2016).
Acara peresmian dan peletakkan batu pertama ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah. Di antaranya Gubernur NTB M Zainul Majdi dan Bupati Sumbawa Husni Jibril. Selain itu persemian ini juga dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat negara seperti wakil ketua DPD Farouk Muhammad, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri PAN RB Yuddy Chrisnandi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pendidikan Islam tentu memiliki beban berat bagi kita semua karena di sini pesantren modern, Internasional lagi. Modern artinya mendahului zamannya. Anak yang bersekolah di sini ilmunya akan berguna 10 hingga 15 tahun mendatang sehingga mereka harus diajarkan pendidikan untuk 10-15 tahun mendatang," pesan JK.
"Lalu internasional artinya menjaga mutunya, standarnya harus diuji dan terjaga sama seperti universitas lain. Pendidikan ilmu dewasa ini hasilnya peradaban dan Akhlakul Karimah. Sekarang ini di Timur Tengah sulit menjelaskan peradaban dan akhlak di sana karena orang saling membunuh dan berperang satu sama lain di sana," sambungnya.
JK resmikan pesantren modern internasional dan SMP Dea Malela |
Ada dua praktik pendidikan yang berlaku, pertama untuk skill dan keahlian seperti di Eropa dan Korsel, ada juga bermetode liberal art yang akhirnya memberikan kemampuan inovasi seperti di AS. JK mengatakan sebenarnya di pesantren juga ada metode seperti itu seperti menghafal dan berekspresi saat berdiskusi.
"Masa lalu kita luar biasa, tapi anak anak kita butuh masa depan. Mereka butuh inovasi dan kreativitas, dan itu yang akan kita berikan di sini," kata JK.
Nama Dea Malela dipersembahkan kepada tokoh Islam Imam Ismail Dea Malela, seorang kelahiran Gowa, Makassar yang berhijrah ke Pamangong untuk mengembangkan dakwah Islamiah di Sumbawa. Tahun 1752 oleh kolonial Belanda, dia ditangkap dan dibuang ke Simon's Town, Afrika Selatan. Di sana ia menjadi tokoh dan ulama besar.
Dari Dea Malela, lahir keturunan, salah satunya Din Syamsuddin sebagai generasi ketujuh yang memprakarsai berdirinya Pesantren Modern Internasional Dea Malela di Pamangong.
Pesantren ini dibangun di lahan seluas 15 hektar di kawasan perbukitan Pamangong. Tahun ini pesantren tersebut menerima 60 santri generasi pertama yang seluruhnya diberikan beasiswa.
JK resmikan pesantren modern internasional dan SMP Dea Malela |












































JK resmikan pesantren modern internasional dan SMP Dea Malela
JK resmikan pesantren modern internasional dan SMP Dea Malela