"Semuanya masih ada peluang," kata Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (19/7/2016).
Saat ini Ahok sudah didukung oleh tiga partai, yakni Partai NasDem, Partai Hanura, dan Partai Golkar. Bila dihitung-hitung, tanpa PDIP pun mereka bisa mengusung Ahok menjadi cagub jalur parpol. Kalaupun mau maju lewat jalur independen, KTP yang dikumpulkan Teman Ahok untuk mengusung duet Ahok-Heru Budi Hartono sebenarnya sudah lebih dari cukup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal benar apa tidak Djarot masih maju duet dengan Ahok, sebenarnya sudah jelas terklarifikasi dalam pernyataan eks Bupati Blitar itu.
"Bisa juga (duet lagi dengan Ahok). Djarot-Ahok bisa juga. Ahok-Djarot juga bisa. Begitu ya," kata Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (19/7/2016).
Bahkan, Djarot juga mengungkap kemungkinan duet dirinya dengan mantan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin. Bahkan bisa juga Djarot berduet dengan sesama kader PDIP yang kini menjabat Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (Risma).
"Djarot sama Sjafrie bisa juga. Djarot sama Risma juga bisa. Lha iyalah. Artinya kan bisa maju sendiri," kata Djarot berucap tanpa disodori pertanyaan soal Risma atau Sjafrie terlebih dahulu.
Lalu apakah penantian Ahok dan harapan Djarot akan terjawab dengan dukungan PDIP ke Ahok, ataukah partai banteng moncong putih mendorong jagoannya sendiri di Pilgub DKI? (van/nrl)











































