KSAL: Abu Sayyaf Urusan Filipina, Urusan Kita Bebaskan Sandera

KSAL: Abu Sayyaf Urusan Filipina, Urusan Kita Bebaskan Sandera

Massaul Khoiri - detikNews
Selasa, 19 Jul 2016 11:50 WIB
KSAL: Abu Sayyaf Urusan Filipina, Urusan Kita Bebaskan Sandera
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Jakarta - Sebanyak 10 WNI masih disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Pemerintah RI sudah mendesak otoritas Filipina serius membantu upaya pembebasan penyanderaan WNI. Sedangkan, TNI masih menunggu perintah untuk membebaskannya.

"Untuk kegiatan kita pengamanan sandera, ini nanti di-manage Panglima TNI. Saya hanya diberikan kewenangan untuk menyiapkan kebutuhan kekuatan untuk pelaksanaan tugas TNI," kata KSAL Laksamana TNI Ade Supandi kepada wartawan usai sertijab Pangarmabar di Mako Koarmabar, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Selasa (19/7/2016).

"Tetapi apa yang terjadi di negara Filipina itu urusan Filipina, sedangkan tugas kita membebaskan sandera di sana. Kita menyiapkan personel, alutsista, armadanya," tegas dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kerjasama pengamanan perairan dengan negara tetangga dikatakan Ade, sudah memliki satu program kerjasama dengan negara regional, ASEAN juga Australia. Kerjasama tersebut bernama Patkor (patroli koordinasi) dan Latma (latihan bersama).

"Latma dengan Malaysia dan Singapura. Patkor dengan Malaysia juga Filipina dan Australia. Memang skema ini bisa dipakai dalam rangka membantu mengawasi perairan masing-masing," jelas Ade.

Dijelaskan Ade, pengamanan terhadap kapal-kapal yaitu dengan pemberitahuan sebelumnya bahwa dia akan bergerak, kemudian pihaknya bisa menghubungkan kapal ini dengan tetangga, seperti Malaysia dan Filipina. Namun hal tersebut masih terkendala pada komunikasi.

"Kegiatan itu sebenarnya sudah berjalan yang perlu dibangun adalah komunikasi dengan Perhubungan Laut dengan Polisi. Bahwa adanya pos pemantau perhubungan di pantai bisa digunakan menghubungi kita. Bila memang diperlukan pengawalan dari angkatan laut," urai dia. (rvk/rvk)


Berita Terkait