85 Militan Irak Tewas dalam Serangan Dadakan Pasukan AS
Kamis, 24 Mar 2005 06:39 WIB
Jakarta - Pasukan AS dan Irak melakukan serangan dadakan ke kamp yang diduga sebagai tempat pelatihan gerilyawan Irak di dekat Danau Thartar. Serangan ini menewaskan 85 orang militan Irak.Ini merupakan peristiwa yang menewaskan para militan terbanyak dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir. Pemerintah Irak juga menyatakan tewasnya 85 pejuang ini sebagai pembunuhan terbesar dalam sebuah pertempuran sehari sejak pasukan marinir AS menewaskan 100 orang petani beberapa waktu lalu. "Yang sangat menarik, rakyat sekarang ini mulai berinisiatif untuk memberikan informasi yang bagus pada kami," kata Mayjen Tentara Nasional Irak Rashid Feleih, seperti dilansir dari kantor berita AP, Kamis (24/3/2005) pagi.Dalam serangan ini, kata Rashid, ditemukan antara kain mobil-mobil untuk bunuh diri, rompi bunuh diri, senjata dan sejumlah Dokumen pelatiahan. "Para korban tewas termasuk warga Irak, Filipina, Aljazair, Maroko, Afghanistan dan beberapa warga Arab dari negara tetangga Irak," kata dia.Sementara itu AS menyatakan, sejak Selasa (22/3/2005) pasukan udara dan darat AS mendukung pasukan Iraq selama dan sebelum penyerangan ke kamp pelatihan militan di pusat Iraq itu. Tujuh orang pasukan Iraq dilaporkan menjadi korban dalam serangan ini."Keberhasilan ini memiliki hasil positif. Bahwa rakyat Irak sebenarnya tidak mendukung para militan, meski mereka juga tidak mendukung AS," kata Analis paskan AS, Nora Bemhasel.
(fab/)











































