JK: Umat Muslim RI Harus Maju di Bidang Ekonomi Jika Mau Dihargai Bangsa Lain

JK: Umat Muslim RI Harus Maju di Bidang Ekonomi Jika Mau Dihargai Bangsa Lain

Ray Jordan - detikNews
Selasa, 19 Jul 2016 10:35 WIB
JK: Umat Muslim RI Harus Maju di Bidang Ekonomi Jika Mau Dihargai Bangsa Lain
Foto: Ray Jordan/detikcom
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menghadiri acara Muktamar III Wahdah Islamiyah di di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

JK tiba di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur pukul 08.15 WIB, Selasa (19/7/2016). JK tampak mengenakan kemeja batik dan peci warna hitam.

Teman Muktamar III Wahdah Islamiyah ini yakni 'Mewujudkan Indonesia Damai dan Berperadaban dengan Islam yang Wasathiyah'. JK diundang untuk meresmikan pembukaan muktamar ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pidatonya, JK mengatakan ada dua hal yang patut dibanggakan dari Indonesia. Pertama, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Kedua, Islam di Indonesia berpaham moderasi dan menjunjung tinggi toleransi.

"Selalu kita bersyukur atas situasi seperti ini. Walaupun kta berfikir apakah itu cukup? Tentu belum cukup. Hanya dua yang meggembirakan kita, jumlah dan pemikiran. Tapi itu adalah modal yang sangat besar untuk bangsa ini. Kiya memahami sebagai kebangsaan bahwa Islam bukan hanya sebagai agama tapi merupakan cara kita hidup damai di negeri ini. Kita selalu menghargai baik dengan umat maupun dengan negara lain," kata JK.

JK juga mengingatkan, sebaiknya umat muslim juga harus gencar dan maju dalam bidang ekonomi. Tujuannya agar negara dan bangsa bisa hidup makmur. Selama ini, umat Islam di Indonesia kurang menonjol di bidang ekonomi baik secarta nasional maupun global. Ini terbukti dari 100 orang terkaya di Indonesia, hanya sekitar 10 persen yang muslim.

"Kita juga harus lebih memakmurkan umat kita yang lain. Kita harus bangga dengan kualitas umat kita. Kita kurang peranan di wilayah ekonomi. Kita kurang peranan secara mendunia. Kita kurang dalam keilmuan. Apabila kita bicara tentang 100 orang terkaya di Indonesia, 90 persen diyakini bukan umat, paling tinggi 10 persen. Tapi kalau ada 100 orang miskin, ini 90 persen adalah umat. Ini tantangan yang harus kita kerjakan bersama. Pemerintah harus menciptakan pemerataan yang baik. Bagaimana melaksanakan akhlak, tapi juga melaksanakan bagaimana membawa dalam kehidupan yang baik," kata JK.

"Selalu saya katakan bahwa doa kita keinginan kita, doa siapa saja, pasti ditutup dengan 'Rabba atina fiddunya hasanah'. Itu pasti. Keinginan bahwa ingin mencapai kebahagian dunia baru mencapai kebahagian akhirat. Selalu dunia dulu baru akhirat. Maka selalu saya sampaikan bahwa program ekonomi sangat penting," tambahnya.

Untuk itu, lanjut JK, gerakan yang harus dilakukan jangan melulu berbasis pada kegiatan sosial, tetapi gerakan bidang ekonomi juga harus lebih digalakkan.

"Maka gerakan yang harus dilakukan bukan hanya sosial, harus ekonomi. Mengajak semuanya berani berdagang dengan baik. Menjadi profesi dengan baik. Itulah tujuan kita semua. Jangan hanya perhatikan bagaiaman baju kta, janggut kita, tanya kerja kita apa? Usaha apa? Pertanian kita baik tidak? Jangan hanya sunnah Rasulullah SAW berjanggut kita juga berjanggut. Karena Rasulullah juga berdagang, coba berdagang," kata JK.

"Kita hanya dihargai sebagai bangsa yang maju kalau kita maju secara duniawi. Karena itulah kita bisa bikin sekolah yang baik, madrahsah yang baik, rumah sakit yang baik," tambah JK.

(jor/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads