Politik Belanda Memanas, Wakil PM Mungkin Mundur

Politik Belanda Memanas, Wakil PM Mungkin Mundur

- detikNews
Kamis, 24 Mar 2005 04:36 WIB
Den Haag - Suhu perpolitikan Belanda memanas. Wakil Perdana Menteri Thom de Graaf kemungkinan akan mundur. Jika langkah ini diikuti partainya, kabinet bisa jatuh.Wakil PM De Graaf (Partai Demokrat 66), yang juga memegang jabatan Menteri Pembaruan Pemerintahan, dikabarkan akan mengundurkan diri dari Kabinet Balkenende II setelah rencana pembaruannya diganjal para senator di Eerste Kamer (Kamer Pertama), lembaga senat sejenis DPD. Rencana De Graaf tersebut adalah menyangkut penyelenggaraan pemilihan walikota secara langsung oleh rakyat mulai 2006 mendatang, menggantikan sistem yang saat ini berlaku yakni walikota dipilih oleh Dewan Kota (DPRD). Agar rencana tersebut dapat dilaksanakan, maka diperlukan langkah amandemen terhadap grondwet (konstitusi) Belanda, yang memerlukan persetujuan para senator.Di tangan para senator yang menggelar sidang kemarin (22/3/2005), itulah rencana De Graaf kandas. Ia gagal memperoleh dukungan 2/3 suara senator. Dari jumlah 71 senator, sebanyak 42 mendukung rencana De Graaf, 31 lainnya menentang. Tentangan terkuat datang dari kubu fraksi oposisi terbesar, Partai Buruh (PvdA), didukung fraksi Partai Sosialis (SP), fraksi GroenLinks dan fraksi kecil partai-partai Kristen.Di Binnenhof, Den Haag, parlemen menggelar sidang darurat mendadak malam ini pukul 20.45 waktu setempat (molor 45 menit dari dijadwalkan). Beredar desas-desus kuat bahwa bahwa De Graaf akan meletakkan jabatannya dan mengundurkan diri dari kabinet. Jika langkah mantan Ketua Partai D66 (lengser dari ketua partai setelah jadi menteri) itu diikuti menteri lainnya dari D66, dipastikan kabinet Belanda akan jatuh, sebab koalisi yang tersisa (CDA dan VVD) tidak lagi mencapai mayoritas.Kabinet Balkenende II dibentuk atas koalisi partai pemenang pemilu 2003, CDA (44 kursi), VVD (28 kursi), dan D66 (6 kursi). Partai D66 punya andil 2 orang menteri, yakni Menteri Pembaruan Pemerintahan De Graaf, merangkap Wakil Perdana Menteri, Menteri Ekonomi L. J. Brinkhorst dan Sekretaris Negara Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Sains Medy van der Laan.Tanpa D66, koalisi CDA dan VVD akan tinggal 72 kursi dan kehilangan posisi mayoritas dari 150 jumlah total kursi parlemen. Jumlahnya menjadi berimbang dengan opisisi: PvdA (42), SP (9), GroenLinks (8), LPF (8), ChristenUnie (3), dan SGP (2).Sebelumnya Kabinet Balkenende I hasil Pemilu 2002 pernah jatuh, hanya berumur 87 hari saja, akibat krisis di partai LPF, salah satu mitra koalisinya. Akankah skenario tersebut akan kembali terulang? (es/)


Berita Terkait