"Ini adalah pertemuan yang di gagas Indonesia khususnya BNN untuk membicarakan soal penindakan di perbatasan di laut, darat dan udara di kawasan ASEAN," ujar Kabag Humas BNN, Kombes Slamet Pribadi dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Senin (18/7/2016).
"Ini merupakan strategi global dalam menghadapi penyelundupan narkotika," sambungnya.
Pertemuan ini digelar di Batam tanggal 20 -21 Juli 2016. Meski begitu tidak seluruh anggota hadir dalam pertemuan tersebut.
"Sampai saat ini, seluruh anggota ASEAN minus Filipina (belum mengkonfirmasi kehadirannya) akan hadir," kata Slamet.
Slamet menjelaskan sebagai tuan rumah BNN ingin mengenalkan konsep interdiksi di pelabuhan. "Dengan harapan mekanisme yang sudah berjalan di negara ini dapat menjadi role model bagi negara lainnya," pungkasnya. (edo/rvk)











































