Koalisi besar digagas Gerindra dan PDIP untuk melawan calon dari jalur independen. Pertemuan dengan sejumlah partai sudah dilakukan seperti dengan PKB, PKS dan PAN.
Namun, Ahok yang sudah didukung Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai NasDem mengaku masih memerlukan PDIP. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga sempat menyebut bahwa pihaknya masih mempertimbangkan Ahok sebagai tokoh yang akan didukung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komunikasi Gerindra dan PDIP soal cagub berjalan, artinya ada komunikasi baik di tingkat DPD DKI. Kami juga mendegar sudah ada pembicaraan kepada calon-calon yang akan diusung," ungkap Sekjen Gerindra Ahmad Muzani di Gedung DPR, Kompleks Senayan, Jakpus, Senin (18/7/2016).
Gerindra memang sudah mengumumkan sejumlah nama yang berpotensi akan diusung di Pilgub DKI. Mulai dari Sjafrie Sjamsoeddin, Sandiaga Uno, hingga Komjen Budi Waseso. Beberapa di antaranya disebut Muzani sudah melakukan pertemuan dengan PDIP dan kandidat yang diajukan partai pimpinan Ketum Megawati Soekarnoputri itu.
"Sekali lagi, komunikasi dengan PDIP saat ini sangat baik. Kami dapat laporan dari DKI juga bagus, calon-calon lain juga berkomunikasi dengan Gerindra, juga cukup bagus," ujarnya.
"Tapi hasilnya kami belum tahu, dan Pak Probowo selaku Ketua Dewan Pembina belum memutuskan siapa calon yang hendak kami usung di antara nama-nama yang sudah beredar yang sempat kami lansir, sampai sekarang putusan itu belum diambil," imbuh Muzani.
Gerindra sendiri memang butuh untuk berkoalisi untuk mengusung calon di Pilgub DKI. Pasalnya kursi Gerindra di DPRD DKI tidak mencukupi untuk bisa mengusung pasangan calon sendiri.
Hingga saat ini Gerindra masih membuka peluang untuk berkoalisi dengan partai manapun termasuk dengan PDIP. Namun jika PDIP pada akhirnya kembali mendukung Ahok pada pilgub DKI nanti, kata Muzani, Gerindra akan balik kanan.
"Kalau (PDIP) mengusung Ahok, hampir pasti kita tidak akan mengusung Ahok. Gantianlah, kita kan sudah pernah usung Ahok. Gantian biar partai lain yang usung Ahok. Kita sudah pasti tidak akan mengusung Ahok," beber anggota Komisi I DPR itu.
Meski begitu, Gerindra akan menghormati apapun keputusan PDIP nanti untuk Pilgub DKI 2017. Entah apakah jadi berkoalisi kembali seperti Pulgub DKI sebelumnya, atau berpisah jalan seperti saat Pilpres 2014.
"Kita sangat menghormati keputusan PDIP, apakah PDIP akan bergabung dengan kami dengan mengusung pasang X dan Y misalnya atau tidak jadi. Koalisi itu tentu saja akan diputuskan ke depan. Tapi apapun keputusanya saling menghormati," tegas Muzani.
Sebelumnya Ahok menyatakan masih perlu dukungan PDIP. Itu memperkuat pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bahwa PDIP masih berpeluang mendukung Ahok di Pilgub DKI 2017.
"Perlu lah. Orang baik dengan PDIP kok kita. PDIP dari dulu juga mungkin-mungkin saja kok. Aku sama Bu Mega kan soalnya," ucap Ahok, Senin (18/7).
Tiga partai pendukung Ahok yakni Golkar, Hanura, dan NasDem menyambut baik kemungkinan PDIP bergabung. Itu dianggap dapat menambah kekuatan.
(ear/tor)











































