Temui Ketua DPR, Emil Salim Minta Pembahasan RUU Pertembakauan Dihentikan

Temui Ketua DPR, Emil Salim Minta Pembahasan RUU Pertembakauan Dihentikan

Indah Mutiara Kami - detikNews
Senin, 18 Jul 2016 16:20 WIB
Temui Ketua DPR, Emil Salim Minta Pembahasan RUU Pertembakauan Dihentikan
Foto: Indah Mutiara Kami
Jakarta - Komisi Nasional Pengendalian Tembakau menemui Ketua DPR Ade Komarudin (Akom) untuk bicara soal RUU Pertembakauan yang tengah dibahas. Mereka meminta RUU itu tidak dilanjutkan.

Rombongan Komnas Pengendalian Tembakau dipimpin oleh Dewan Penasihat Prof. Dr. Emil Salim. Hadir juga sejumlah pengurus Komnas dan perwakilan dari Yayasan Jantung Indonesia.

Pertemuan berlangsung secara tertutup. Akom menerima rombongan dengan didampingi oleh Wakil Ketua DPR Agus Hermanto dan Fahri Hamzah, Pimpinan Badan Legislasi (Baleg) Supratman dan Firman Soebagyo, serta Ketua Komisi IX Dede Yusuf.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"RUU Pertembakauan menggabungkan tembakau sebagai budaya dan nikotin yang bersifat adiktif. Ini membahayakan. Budaya Indonesia tidak mendorong kecanduan. Ciri RUU Pertembakauan tidak menguntungkan pembangunan bangsa kita," kata Emil usai pertemuan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (18/7/2016).


Emil mengatakan bahwa 59 persen pengguna rokok tembakau adalah kalangan muda. Dia menganggap RUU Pertembakauan bila dilanjutkan akan merusak anak-anak muda ini.

"RUU Pertembakauan meracuni generasi muda. RUU Pertembakauan sebaiknya oleh DPR tidak dilanjutkan karena tidak ada manfaatnya," tegasnya.

Akom mengatakan diskusi berjalan cukup panjang antara DPR dengan Komnas Pengendalian Tembakau. Masukan dari Komnas akan dipertimbangkan, termasuk dengan mengubah nama RUU yang sudah di tahap harmonisasi ini.

"Satu kesimpulan yang arahnya akan muncul adalah mungkin nanti bisa jadi RUU Pengendalian Tembakau," ujar Akom.

Dia menyerahkan substansi pembahasan ke Baleg. Komisi-komisi lain juga akan dilibatkan karena tembakau menyangkut banyak stakeholder.

"Faktanya, tembakau ada. Itu yang harus kita kendalikan. Segala sesuatu lebih baik diatur daripada tidak diatur," tutup politikus Golkar ini. (imk/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads