Pesan ini disampaikan JK saat memberikan kuliah umum di hadapan 1.922 orang calon Pamong Praja Muda lulusan IPDN Angkatan XXIII Tahun 2016. Pamong Praja diminta memanfaatkan teknologi untuk berperan serta dalam pengembangan kemajuan daerah.
"Dalam banyak bidang kehidupannya yang didasari oleh inovasi dan kreativitas. itulah tugas pamong praja pada masa kini. Tapi tugas itu dipermudah dengan teknologi," kata JK di Kampus IPDN, Jatinagor, Sumedang, Jawa Barat, Senin (18/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK mencontohkan, bila dulu koordinasi program kebijaka dilakukan melalui surat edaran atau pun pengumuman secara formal, namun saat ini sudah berubah. Dengan teknologi seperti fasilitas layanan WhatsApp, sebut JK bisa mempercepat penyampaian pesan program yang akan dijalankan.
"Karena itu disebutlah smart city, smart village atau apa pun, yang harus Anda jalankan pada masa yang akan datang. Saya yakin tentu juga di kampus ini diajarkan teknologi masa datang yang harus mengelola pemerintahan tidak dengan cara yang lama," sebutnya.
Dengan teknologi, jarak komunikasi antara kepala daerah dan masyarakatnya bisa dipangkas. Terciptanya komunikasi yang efektif membuat para kepala daerah dan jajarannya mengetahui kondisi terkini daerah dan bisa menjawab kebutuhan masyarakat dengan tepat.
"Maka teknologi tidak bisa dihindari. Karena itu maka smart city kan menghubungkan langsung rakyat dengan pemerintahnya. Kalau jaman itu kan lewat kurir, pos, sekarang orang bisa bicara langsung dengan presiden, bupati," ujar JK.
Penggunaan teknologi ini sambung JK akan merampingkan pembagian dan pengerjaan tugas. Pemanfaatan teknologi dalam menciptakan inovasi dan kreativitas, disebut JK membawa efek positif di sejumlah daerah.
"Ada daerah yang tidak punya banyak kekayaan (alam) tapi dia maju karena kreativitas bupati camatnya dan sebagainya. Contohnya banyak yang berbicara tentang Bandung, Banyuwangi, Bantaeng, banyak daerah lainnya maju karena kreativitas dan inovasi daerah itu," beber JK.
"Karena itulah modal utama bagi Anda semua, inovasi dan kreativitas baik yang kaya SDA (sumber daya alam) maupun yang tidak kaya SDA. Ada yang kaya SDA, tapi habis begitu SDA habis, habis juga daerah itu. Tentu tidak diharapkan seperti itu," tutur dia. (fdn/aan)











































