Ahok: Parpol Pendukung Pecah Soal Jalur Maju Pilgub DKI

Ahok: Parpol Pendukung Pecah Soal Jalur Maju Pilgub DKI

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 18 Jul 2016 12:21 WIB
Ahok: Parpol Pendukung Pecah Soal Jalur Maju Pilgub DKI
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Jakarta - Kandidat calon gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih belum menentukan jalur politik pilihannya, apakah jalur independen atau jalur partai politik. Ternyata, internal parpol-parpol pendukungnya juga tak satu suara terkait pilihan jalur politik untuknya itu.

Hal ini dinyatakan Ahok saat ditanyai soal siapa sebenarnya yang mendesakkan pilihan jalur parpol ke Ahok. Desakkan itu datang dari individu-individu saja, bukan dari parpol secara institusional.

"Ya perorangan lah," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (18/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada tiga parpol pendukun Ahok, yakni Partai NasDem, Hanura, dan Golkar. Penggawa di masing-masing parpol itu ada yang ingin Ahok menempuh jalur politik, namun ada pula yang ingin Ahok menempuh jalur independen.

"Tiap-tiap partai juga pecah dua. Tiap-tiap partai juga ada yang setuju, ada yang iya kan," kata Ahok.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menyatakan pihaknya akan menjadi partai pengusung Ahok. Artinya, Ahok akan menempuh jalur partai politik. Namun, kata Ahok, Idrus belum berbicara hal ini saat pertemuan pada Kamis (14/7) kemarin.

"Enggak, dia cuma kasih strategi untuk bagaimana kampanye, pemenangan, dan sebagainya," kata Ahok perihal pertemuannya dengan Idrus itu.

Akan ada halal bihalal politik antara relawan pendukungnya, yakni Teman Ahok, dengan tiga parpol pro-Ahok. Di situ akan diambil keputusan perkara jalur politik. Ahok akan ikut saja apa keputusan mereka. Dia melanjutkan, dirinya sendiri sebenarnya ingin jalur independen menuju Pilgub DKI 2017.

"Ya kan memang saya bilang mau independen. Tapi kalau mereka memang memutuskn dengan partai nanti berbeda, kamu tanya saja sama mereka. Aku ikut saja. Aku enggak mau pusing lah, yang penting kerja saja," kata Ahok.
(dnu/van)


Berita Terkait