Tradisi Bakdo Kupat, Warga Yogya Berebut Ketupat Berisi Uang

Tradisi Bakdo Kupat, Warga Yogya Berebut Ketupat Berisi Uang

Edzan Raharjo - detikNews
Sabtu, 16 Jul 2016 17:23 WIB
Tradisi Bakdo Kupat, Warga Yogya Berebut Ketupat Berisi Uang
Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Yogyakarta - Berbagai tradisi digelar warga dalam merayakan lebaran. Di kampung Pandeyan, Yogyakarta, warga menggelar tradisi Bakdo Kupat.

Dalam tradisi ini, warga berebut kupat. Selain kupat betulan, kali ini juga terdapat selongsong kupat yang berisikan uang yang diisi oleh warga sekitar. Kupat berisi uang ini pun juga diperebutkan warga. Kupat-kupat tersebut diperebutkan di halaman Masjid Ibrahim, Kampung Pandeyan, Yogyakarta, Sabtu (16/7/2016).
Warga berebut gunungan ketupat dan ada yang berisi uang (Foto: Edzan/detikcom)


Ratusan warga berdesakan untuk berebut kupat. Beberapa warga saat membuka ketupat ada yang berisi uang Rp 2 ribu, Rp 5 ribu dan lain-lain. Sementara yang kupat sungguhan dibawa pulang warga.
Kirab Bakdo Kupat (Foto: Edzan/detikcom)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai bentuk rasa syukur. Kupat inikan simbol saling memaafkan setelah menjalankan sebulan puasa. Ada 1.000 kupat, yang 200 kupat sungguhan, yang 800 itu ada yang berisi uang dan ada yang kosong,"kata ketua panitia kirab budaya Bakdo Kupat di Kampung Pandeyan Yogyakarta.
Kirab diikuti tokoh lintas agama (Foto: Edzan/detikcom)


Sebelum diperebutkan, ribuan ketupat di kirab yang disusun berbentuk gunungan. Selain gunungan kupat juga terdapat gunungan berisi buah-buahan dan sayur-sayuran. Kirab Bakdo Kupat ini diikuti oleh seribu peserta dan mengelilingi kampung Pandeyan sekitar 3 Kilometer. Kirab Bakdo Kupat diikuti oleh berbagai elemen masyarakat seperti tokoh-tokoh lintas agama, prajurit Bregodo, drumband dan lain-lain.

(aan/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads