"Ini spekulasi politik dengan dasar logika yang bisa dibenarkan. Logikanya kalau bulan Juli, pas ketika Presiden mau menyampaikan pidato kenegaraan dan nota keuangan bulan Agustus," kata Hendrawan saat dihubungi, Jumat (15/7/2016).
DPR juga sudah membahas asumsi APBN 2017. Jika perombakan kabinet dilakukan bulan ini, maka menteri yang baru bisa langsung menyesuaikan ritme dengan hal-hal yang sudah ditetapkan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Joko Widodo diketahui sudah bertemu dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Menurut Hendrawan, pertemuan itu membahas berbagai hal aktual.
"Biasa saja. Pertemuan untuk membicarakan rencana-rencana atau keputusan politik ke depan. Dalam pertemuan itu tidak semata mata membicarakan reshuffle," ungkap Hendrawan.
PDIP menegaskan bahwa semua keputusan reshuffle kembali ke tangan presiden. Partai berlambang banteng moncong putih ini menitipkan pesan agar tak ada lagi reshuffle setelah yang jilid kedua ini.
"Kami memang dalam rapat DPP menyerahkan seluruhnya ke presiden. Presiden yang tahu persis waktu yang tepat. Hanya tentu kita sebagai partai berharap ini reshuffle yang terakhir dalam 5 tahun ini," paparnya.
(imk/dnu)











































