Kedua bocah selamat dari bertarung buaya itu adalah Al (12) dan Cek (8) warga Desa Sungai Iliran Kecamatan Gaung Anak Serka, Kab Inhil, Riau. Mereka ini merupakan penduduk asli asal Kepri dari suku Mantang alias suku Laut.
"Orang tuanya memiliki keterbelakangan mental, mereka sudah dua bulan numpang di gudang pabrik kelapa yang ada di sini," kata Bhabinkamtibmas setempat, Aiptu Herimon dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (15/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kasihan sekali pak melihatnya. Tadi saya memberikan bantuan sembako semampu saya," kata Pak Polisi yang sejak awal memberikan bantuan untuk pengobatan kedua kakak beradik itu.
Herimon menyebutkan, dua bocah itu anak ke 4 dan 5 dari 8 bersaudara. Sejak keluarga bocah itu tinggal di desa itu, selaku Bhabinkamtibmas sudah memberikan peringatan agar jangan mandi di sungai saat air pasang.
"Sejak mereka menetap dua bulan di sini, saya sudah peringatkan agar jangan mandi di sungai. Sebab air dalam keadaan pasang belakangan ini dan rawan akan buaya," kata Herimon yang sudah mengabdi 16 tahun sebagai anggota polisi.
2 Bocah perempuan asal Indragiri Hilir, Riau, dibawa ke Puskesmas oleh anggota Bhabinkamtibmas, Kamis 14 Juli 2016 |
Harimon menceritakan, sebenarnya Al pernah duduk di bangku SD kelas satu. Hanya saja Al terpaksa berhenti sekolah karena harus ikut orang tuanya yang hidup berpindah-pindah (nomaden).
"Al tak melanjutkan sekolah, karena ikut berpindah-pindah orang tuanya. Ya kita kasihan melihat kondisi mereka," kata Herimon.
Masih menurut Herimon, bahwa nama Al dan Cek bukanlah nama singkatan. "Memang namanya Al dan Cek, itu bukan singkatan," kata Herimon.
Sebagaimana diketahui, peristiwa duel maut kedua kakak beradik itu dengan buaya terjadi pada Rabu (13/7). Buaya lebih dulu menerkam Cek dan membawanya ke dasar sungai. Hilang dari pandangan, kakaknya memanggil adiknya.
Tak lama adiknya muncul ke permukaan air dengan kondisi kakaknya diterkam buaya. Melihat hal itu, Al bocah perempuan usia 12 tahun itu nekat berenang mendekati buaya.
Lantas Al menarik lengan dan baju adiknya ke pinggir sungai. Setelah berhasil, buaya tadi lantas menerkam sang kakak. Al duel dengan buaya yang akhirnya berhasil melepaskan tangannya dari mulut buaya. (cha/trw)












































2 Bocah perempuan asal Indragiri Hilir, Riau, dibawa ke Puskesmas oleh anggota Bhabinkamtibmas, Kamis 14 Juli 2016