Indonesia Tawarkan Bantuan Pembangunan RS di Myanmar Lewat Walubi dan MER-C

Laporan dari Mongolia

Indonesia Tawarkan Bantuan Pembangunan RS di Myanmar Lewat Walubi dan MER-C

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jumat, 15 Jul 2016 17:47 WIB
Indonesia Tawarkan Bantuan Pembangunan RS di Myanmar Lewat Walubi dan MER-C
Wapres Jusuf Kalla (JK) memberikan keterangan kepada wartawan di Mongolia, Jumat (15/7/2016). Foto: Muhammad Taufiqqurahman/detikcom
Ulanbator - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengadakan pertemuan bilateral dengan perwakilan Myanmar, Belanda dan Mongolia. Indonesia menawarkan bantuan pembangunan rumah sakit yang bekerja sama dengan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan Walubi.

"Juga ada rencana, ini unik, kerja sama antara Walubi dan MER-C. Yang satu Buddha, satu Islam, untuk membuat rumah sakit di daerah Rakhine," ujar JK di sela-sela KTT Asia-Eropa di Ulanbator, Mongolia, Jumat (15/7/2016).

Tawaran bantuan ini disampaikan langsung kepada Presiden Myanmar Htin Kyaw dalam pertemuan yang berlangsung 15 menit. Pada pertemuan itu, JK menyampaikan ucapan selamat pada proses demokrasi yang berlangsung di Myanmar dan atas terpelihnya Kyaw menjadi presiden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita menjalin hubungan baik, serta menjajaki investasi investasi apa yang bisa dilakukan oleh pengusaha Indonesia di sana. Misalnya investasi listrik, karena industri kita kan lebih baik daripada mereka," terangnya.

Soal bantuan rumah sakit ke Myanmar, JK menjelaskan, alasan bantuan itu untuk menunjukkan kepada Myanmar untuk dapat duduk bersama dengan berbagai kelompok dan golongan.

"Untuk memperlihatkan kalau di Indonesia itu harus begini caranya, itu penting. Sengaja kami bikin itu. Untuk memperlihatkan kepada Myanmar bahwa sebenarnya antara Islam dan Buddha bisa bekerjasama bagus. Jadi saya sudah panggil Walubi dan MER-C," terangnya.

"Kedua, supaya memperlihatkan, kita tidak hanya ngomong, tapi Indonesia memperlihatkan bahwa sebenarnya bisa bekerja bersama-sama, itu penting. Dan mereka setuju katanya nanti dibicarakan dengan menteri kesehatannya," imbuh JK.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, dibahas rencana kunjungan Ratu Beatrix pada November mendatang ke Jakarta. Kepada JK, Mark menjanjikan akan membawa para pengusaha-pengusaha belanda dan menegaskan komitmen pada Greater Jakarta khususnya Giant Wall.

"Dia (Mark) serius untuk membicarakan hal itu. Oke November ini akan datang. Nantilah saya bilang menteri luar negeri yang mengatur waktunya dengan tepat," kata JK. (fiq/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini