Menurut data dari Kemenkes yang dipaparkan dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Kamis (14/7/2016), modus operandi yang dilakukan mulai dari mengirimkan email sampai dengan lewat perawat. Oknum perawat di salah satu RS bernama Irna itu kini sudah ditahan dengan tuduhan sebagai penyedia botol vaksin.
Email yang dikirimkan kepada rumah sakit yang menjadi target mencantumkan harga produk. Tentu saja harga yang ditampilkan lebih murah ketimbang produk yang asli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. RS dr Sander, Cikarang dengan suplier Juanda (CV Azka Medika), modus operandinya adalah tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui oleh Direktur RS.
2. RS Bhakti Husada, Terminal Cikarang dengan suplier Juanda (CV Azka Medika), modus operandinya adalah tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui oleh Direktur RS.
3. RS Sentral Medika, Jl Industri Pasir Gombong dengan suplier Juanda (CV Azka Medika), modus operandinya adalah tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.
4. RSIA Puspa Husada dengan suplier Juanda (CV Azka Medika), modus operandinya adalah tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.
5. RS Karya Medika, Tambun dengan suplier Juanda (CV Azka Medika), modus operandinya adalah tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui oleh Direktur RS.
6. RS Kartika Husada, Jl MT Haryono Setu dengan suplier Juanda (CV Azka Medika), modus operandinya adalah tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.
7. RS Sayang Bunda, Pondok Ungu, Bekasi dengan suplier Juanda (CV Azka Medika), modus operandinya adalah tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.
8. RS Multazam, Bekasi, dengan suplier Juanda (CV Azka Medika), modus operandinya adalah tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.
9. RS Permata, Bekasi, dengan suplier Juanda (CV Azka Medika), modus operandinya adalah tersangka mengajukan penawaran vaksin melalui CV Azka Medika, kemudian dari bagian pengadaan mengajukan permohonan pengadaan kepada manajer pembelian yang kemudian dimintakan persetujuan kepada direktur RS sebelum dilakukan pemesanan obat/vaksin.
10. RSIA Gizar, Villa Mutiara, Cikarang, dengan suplier Juanda (CV Azka Medika), modus operandinya adalah tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.
11. RS Harapan Bunda, Kramatjati, Jakarta Timur dengan suplier M Syahrul, modus operandinya adalahtersangka menawarkan vaksin lewat perawat atas nama Irna (sudah ditahan dengan tuduhan sebagai penyedia botol untuk tersangka Rita dan Hidayat), kemudian Irna meminta tanda tangan dokter dan dimasukkan sebagai persediaan RS.
12. RS Elisabeth, Narogong, Bekasi, dengan suplier Juanda (CV Azka Medika), modus operandinya adalah tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.
13. RS Hosana, Lippo Cikarang, dengan suplier Juanda (CV Azka Medika), modus operandinya adalah tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.
14. RS Hosana, Bekasi, dengan suplier Juanda (CV Azka Medika), modus operandinya adalah tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS. (bag/nrl)











































