Bulan ini, Puluhan Kios di Jalan Sarkem Yogya Ditertibkan untuk Pedestrian

Bulan ini, Puluhan Kios di Jalan Sarkem Yogya Ditertibkan untuk Pedestrian

Edzan Raharjo - detikNews
Kamis, 14 Jul 2016 17:20 WIB
Bulan ini, Puluhan Kios di Jalan Sarkem Yogya Ditertibkan untuk Pedestrian
Suasana Jl Pasar Kembang Yogyakarta, Kamis 14 Juli 2016 (Foto: Edzan Raharjo/detikcom)
Yogyakarta - Sebelah selatan stasiun Tugu Yogyakarta di jalan Pasar Kembang (Sarkem) berjajar puluhan kios pedagang. Pada bulan ini, puluhan kios tersebut akan ditertibkan untuk digunakan sebagai kawasan pedestrian.

Manajer Humas PT KAI Dop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan kios-kios pedagang di sisi selatan stasiun Tugu yang menempati aset PT KAI ditertibkan usai masa angkutan lebaran selesai. Lahan tersebut akan dibangun kawasan pedestrian yang nyaman. Pedestrian akan dibangun dari ujung barat hingga timur yang menghubungkan jalan Malioboro.

"Penertiban sudah siap dilakukan, ini untuk kepentingan yang lebih besar. Kita sudah koordinasi dengan pihak Keraton, Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta. Penataan diharapkan berlangsung baik dan tidak ada gejolak,"kata Eko Budiyanto, Kamis (14/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pedestrian yang akan dibangun dibuat selasar dengan lebar 6 meter. Lantai selasar di keramik dan dibuat atap sehingga pejalan kaki tidak kehujanan maupun kepanasan. Sehingga sisi selatan stasiun Tugu terlihat lebih indah dan tidak semrawut seperti saat ini. Pembangunan pedestrian ini juga untuk mendukung revitalisasi di kawasan Malioboro Yogyakarta.

Kios-kios yang ada disisi selatan stasiun Tugu jumlahya mencapai 83 kios yang dihuni 112-an orang. PT KAI mengaku telah memanggil mereka untuk sosialisasi penertiban tersebut.

Sekretaris Paguyuban Manunggal Karso Jalan Pasar Kembang Yogyakarta, Efriyon mengatakan kios-kios sudah ada lebih dari 30 tahunan lalu. Pedagang menolak jika digusur begitu saja tanpa ada solusi. Saat pertemuan dengan pihak PT KAI belum ada solusi.

"Ditata monggo, tapi kalau digusur kami tidak mau. Kami akan bertahan, kami hanya tunduk pad Dawuh(perintah) Sultan. Dan Sultan tidak mungkin telantarkan kami," kata Efriyon di kiosnya di jalan Pasar Kembang.

Pedagang di jalan Pasar Kembang ini menurutnya, dulu ada di jalan Senopati. Kemudian pada tahun 1970-an mereka dipindah ke jalan Pasar Kembang atas perintah Sri Sultan HB IX. Mereka mengaku lahan yang mereka tempati adalah tanah SG (Sultan Ground) (trw/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads