Badrodin Haiti, Jenderal yang Mudah Dihubungi Wartawan itu Kini Ingin Bebas

Idham Kholid - detikNews
Kamis, 14 Jul 2016 15:24 WIB
Jenderal Badrodin Haiti (Foto: Muhammad Iqbal/detikcom)
Jakarta - Jenderal Badrodin Haiti menyerahkan tampuk kepemimpinan Polri kepada Jenderal Tito Karnavian. Selama menjabat Kapolri, Badrodin dikenal tak pelit informasi terhadap wartawan.

Badrodin menjabat sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara selama sekitar setahun tiga bulan. Dalam kurun itu, Akpol angkatan 1982 itu aktif melayani berbagai macam pertanyaan wartawan.

Jenderal Badrodin Haiti saat menyerahkan tongkat komando Polri ke Jenderal Tito Karnavian (Rengga Sancaya/detikFoto)

Jawaban dari wawancara tatap muka dengan Badrodin merupakan keniscayaan. Keistimewaan Badrodin adalah, bersedia dan mudah diwawancara wartawan melalui sambungan telepon.

Badrodin memang seringkali diwawancarai wartawan lewat telepon. Sebab sering kali jawaban pertanyaan yang diajukan merupakan hal yang ditunggu-tunggu masyarakat.

Jenderal Badrodin Haiti didampingi istri tercintanya saat serah terima jabatan Kapolri (Rengga Sancaya/detikFoto)

Badrodin bersedia mengangkat telepon wartawan baik pagi selepas subuh, sore, maupun hingga malam hari. Berbagai pertanyaan diladeninya, termasuk isu-isu yang cukup sensitif seputar institusi Polri. Pembawaannya selalu tenang dalam menghadapi berbagai persoalan.

Badrodin memimpin Polri saat terjadi ketegangan antara KPK dan Polri. Dia diangkat menjadi Plt Kapolri menggantikan Jenderal Sutarman pada (16/1/2015).

Presiden Jokowi kemudian menunjuk Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon tunggal Kapolri. Penetapan status tersangka terhadap Budi oleh KPK dan pro kontra di masayarakat membuat Presiden Jokowi kemudian menunjuk Badrodin sebagai pengganti Budi.

Jenderal Badrodin Haiti memberikan anugerah 'Bintang Bhayangkara Utama' kepada para petinggi TNI (dok Dispen TNI)

Penunjukan itu disampaikan Presiden pada Rabu (18/2/2015) lalu. Sekitar pukul 13.13 WIB, Badrodin sedang dalam perjalanan menuju ruangan KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (saat ini menjabat Panglima TNI-red) untuk makan siang. Saat di perjalanan, ia mengaku mendapat telepon dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno yang menyampaikan pesan dari Jokowi.

Saat Presiden Jokowi mengumumkan pencalonan Kapolri dan menunjuk Plt, Badrodin sedang berada di ruangan KSAD. Ada doa yang diucapkannya, mengingat kondisi yang sedang tegang.

"Ya doanya itu macam-macam. Sekarang kita mau apa, kalau saya mau ke Poso itu saya bilang, hasbunallah wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'man nashir. Kalau yang kemarin (ditunjuk jadi calon tunggal Kapolri) itu 'ya salam, salamun qoulammirrobbirrohim," kata Badrodin saat berbincang dengan detikcom di Mabes Polri, Jumat (20/2/2015) malam.

Jenderal Badrodin saat meladeni pertanyaan wartawan (Rengga Sancaya/detikFoto)

Kini, Badrodin telah menyerahkan kepemimpinan Polri ke Jenderal Tito. Kesolidan Polri terlihat dari tidak adanya gejolak dalam penunjukan Tito.

Lalu, apa aktivitas yang akan dilakukan setelah pensiun?

"Saya pengin bebas saja, bebas artinya tidak mau melakukan hal-hal yang terikat," kata Badrodin saat dihubungi detikcom lewat telepon, Senin (20/6/2016).

"Kalau mau kerja ya kerja sosial. Kita mau istirahat dulu, naik haji dulu," urainya. (idh/hri)