Adhyaksa mengakui saat ini pengumpulan KTP yang dilakukan timnya mentok di angka 230ribuan KTP. Angka itu jauh dari batas minimal yang ditentukan oleh KPU.
Adhyaksa menginginkan MPJ menjadi salah satu kendaraan politiknya untuk bisa didukung parpol karena dirinya tidak mau mengikuti pendaftaran yang dilakukan oleh parpol. Yang dirinya mau adalah parpol yang memintanya menjadi calon Gubernur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adhyaksa mengatakan bila yang dibutuhkan Jakarta saat ini adalah seorang pemimpin bukan penguasa. Dalam pandangan Adyaksa, Gubenur DKI saat ini Basuki Tjahja Purnama (Ahok) adalah tipe penguasa bukan pemimpin.
"Jakarta tidak butuh penguasa tapi pemimpin. Pemimpin adalah yang mengkitakan masyarakatnya. Kenapa saya enggak dukung Ahok, bukan karena SARA. Tapi karena karakternya. Dialog, itu yang sangat diperlukan. Pemimpin juga tidak boleh mengeluarkan kata-kata kasar. Gimana Jakarta mau ada ketenangan kalau pemimpin berantem mulu," ujarnya.
Adhyaksa mengaku saat ini sudah berkomunikasi intensif dengan beberapa parpol diantaranya PKS, Gerindra, Demokrat dan PPP. Dengan pengalamannya, Adhyaksa juga percaya diri untuk mengalahkan Ahok. Selain itu dirinya juga membeberkan beberapa kelebihannya dibandingkan calon petahana saat ini.
"Kelebihan saya, pertama saya lebih baik dari dia. Saya lebih punya lebih punya pengalaman. Kedua dukungan dari ulama. Ketiga saya kalau ngomong apa adanya. Dan saya janji kalau menjadi Gubernur saya enggak akan makan itu duit rakyat," imbuhnya.
"Yang paling penting adalah modal saya, saya punya doa. Itu yang Ahok enggak punya," tutup Adhyaksa (imk/imk)











































