Pemda DIY Teken MoU Pembangunan Terminal Terpadu di Adisucipto
Rabu, 23 Mar 2005 18:11 WIB
Yogyakarta -
Pemerintah Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menandatangani kerja sama (MoU) pembangunan terminal terpadu di Bandara Adisucipto Yogyakarta. Pembangunan terminal terpadu/terintegrasi itu digunakan untuk memudahkan transportasi udara dan darat.Penandatanganan MoU itu dilakukan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Direktur Utama (Dirut) PT KA Umar Bertho dan Kepala PT Angkasa Pura I Bambang Darwoto. Penandatanganan itu dilakukan di gedung Pracimosono kompleks gubernur DIY di Kepatihan Jl Malioboro, Rabu (23/3/2005) pukul 12.00 WIB.Menurut Sultan, pembangunan terminal terpadu itu untuk memudahkan fasilitas pengguna jasa penerbangan di Adisucipto Yogyakarta, baik yang menggunakan kereta api atau kendaraan lain. Selain itu pengembangan terminal tersebut untuk mendukung kemudahan transportasi di bandara."Kerja sama tiga pihak ini selama tiga tahun diawali dari penyusunan studi kelayakan, perencanaan hingga pelaksanaan. Sedangkan biaya dibebankan kepada masing-masing pihak," katanya.Sultan mengharapkan dibangunnya terminal terpadu itu dapat mengembangkan perekonomian rakyat serta memberikan keuntungan tidak hanya masyarakat Yogyakarta saja tetapi juga masyarakat Jawa Tengah bagian selatan.Sementara itu Dirut PT KA Umar Bertho menambahkan pembangunan terminal terpadu antara transportasi udara dan darat di Adisucipto itu diantaranya dengan menggeser letak Staisun Maguwo sekarang ini ke timur."Stasiun Maguwo sekarang ini akan kita geser ke dekat terminal. Namun terminal udara akan dipindah ke tempat yang berdekatan dengan rel kereta," katanya.Bertho mengatakan, tujuan pembangunan terminal itu untuk memudahkan penumpang yang akan menuju dan meningalkan Adisucipto ke stasiun kereta. Namun belum Bertho belum mengetahui kereta api apa saja yang bakal berhenti di stasiun tersebut."Kita belum tahu, nanti akan kita lihat kebutuhannya. Kita hanya ingin mempermudah orang menuju dan meninggalkan Adisucipto. Tidak hanya orang Yogya saja yang memanfaatkannya tapi bisa juga orang Solo, Kutoarjo, Wates, Cilacap dll," katanya.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































