DetikNews
Rabu 13 Juli 2016, 11:49 WIB

Menelisik Kaitan Artefak Bidak Catur di Sukabumi dan Situs Gunung Padang

Herianto Batubara - detikNews
Menelisik Kaitan Artefak Bidak Catur di Sukabumi dan Situs Gunung Padang Foto: dok. Ali Akbar
Jakarta - Penemuan artefak batu mirip bidak catur di kawasan Ciletuh Geopark di Kampung Onclang Girimukti, Sukabumi, Jawa Barat menimbulkan pertanyaan. Apakah ada kaitan antara temuan batu-batu itu dengan Situs Gunung Padang di Cianjur?

"Situs Gunung Padang yang berbentuk punden berundak ada di kabupaten Cianjur tepat bersebelahan dengan kabupaten Sukabumi. Penelitian intensif di Situs Gunung Padang menunjukkan selain situs tersebut terdapat situs-situs lainnya dalam area 5 kilometer dari Situs Gunung Padang. Situs-situs tersebut saling berkaitan karena memiliki karakter yang sama yakni megalitik dan sama-sama menggunakan batu kekar tiang (columnar joint)," jelas Arkeolog UI Ali Akbar, Rabu (13/7/2016). (Baca juga: Artefak Batu Bidak Catur Menghadap Laut Selatan, Ada Kaitan dengan Budaya Maritim)

Menurut Ali, penemuan semakin bertambah ketika melakukan survei ke selatan Situs Gunung Padang. Terdapat Situs Lemah Duhur yang sudah lama ditemukan, namun setelah diteliti kembali ternyata juga berbentuk punden berundak dan menggunakan batu columnar joint. Penelitian ke selatan menuju laut selatan di Sukanagara juga menemukan situs arkeologi menggunakan batu columnar joint. Dari situs di Sukanagara ini dapat melihat ke laut selatan.

"Penelitian menelusuri Sungai Cimandiri yang hulunya 2 kilometer di selatan Gunung Padang ternyata mengalir ke Sukabumi dan bermuara di Pelabuhan Ratu. Survei di daerah aliran sungai juga menemukan situs-situs menggunakan batu columnar joint. Penelitian di Pelabuhan Ratu juga menemukan punden berundak yang menggunakan columnar joint. Hal yang menarik adalah dari Situs Pelabuhan Ratu dapat melihat laut selatan dengan mudahnya," jelas dia.

Dan Survei terbaru di Ciletuh juga menemukan peninggalan megalitik di lereng bukit yang menghadap ke laut selatan. Batu-batu besar yang dibentuk sedemikian rupa sehingga seperti bidak atau anak catur didirikan berjejer di lereng bukit. Dari lereng bukit tersebut dapat melihat laut selatan termasuk juga melihat ke arah Pelabuhan Ratu.

"Situs-situs di Sukabumi dan Cianjur memiliki karakter yang relatif sama yakni berupa peninggalan megalitik yang berada di ketinggian yakni gunung atau bukit namun berorientasi ke laut. Nenek moyang tampaknya memiliki budaya maritim terutama relasi maya dengan laut selatan.
(dra/dra)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed