Pasca Longsor, Pemkot Bandung Diminta Tak Buka TPA Baru

Pasca Longsor, Pemkot Bandung Diminta Tak Buka TPA Baru

- detikNews
Rabu, 23 Mar 2005 17:36 WIB
Bandung - Pemerintah Kota Bandung diminta tidak membuka Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru di wilayah Bandung menyusul longsor di TPA Leuwigajah. Langkah itu dianggap tidak efisien dan makan biaya. Hal ini dikatakan Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (GMPL) Ria Ismaria kepada detikcom dikediamannya, Jalan Kiaracondong, Bandung, Rabu, (23/3/2005)."Tidak tepat. Jangan terburu-buru karena (dibuat) menjelang KAA saja. Itu illegal," tandas Riayang juga dosen Tehnik Lingkungan ITB ini. Ria menyarankan agar pemerintah kota Bandung memaksimalkan pengelolaan tempat pembuangan sampah (TPS) yang ada seperti di TPS Jelekong dan TPS Cieunteung. Menurutnya, kedua TPS tersebut masih bisa digunakan walau tingkat kerawanan sosialnya masih dianggap tinggi. "Sekarang paradigmanya pengelolaan sampah harus ditingkat kecamatan. Jangan terpusat pada satu titik pembuangan sampah lagi," ujar Ria. Menurutnya, saat ini pemerintah kota Bandung tengah mencari alternatif pasca penutupan TPA Leuwigajah. Beberapa alternatif tempat pembuangan sampah tersebut adalah Pasir Impun, Cicabe, Pagerwangi Lembang, Babakan dan Pasir Buluh. Saat ini, di ruas jalan kota Bandung sampah masih terlihat menggunung dan semakin mengeluarkanbau tidak sedap. Diperkirakan PD Kebersihan Kota Bandung membutuhkan 40 truk setiap harinya untuk membersihkan sampah itu. Dan, mesti dioperasikan dari pagi hingga dini hari. "Menanggani masalah lingkungan tidak boleh lagi abu-abu," saran Ria. Menurutnya, saat ini perlu pengawasan ekstra dalam melihat kebijakan pemerintahan daerah dalam mengambil kebijakan soal pengelolaan sampah."Peraturan soal sampah juga tidak jelas. Itu tidak meng-cover hingga ke asal sampahyang diproduksi rumah. Itu mesti dikaji ulang lagi," ujarnya. Rehabilitasi TPA LeuwigajahMengenai TPA Leuwigajah, Ria mendesak pemerintah kota Bandung untuk segera melakukan rehabilitasi.Menurutnya, pasca longsoran sampah kondisi sanitasi lingkungan sekitar TPA Leuwigajah sudah mengkhawatirkan. Diperkirakan beberapa limbah berat sudah mempengaruhi lingkungan dan kesehatan warga sekitar. Beberapa limbah berat itu diantaranya air sampah serta gas metan yang diproduksi oleh bakteri aerob yang hidup di dalam sampah. "Lalat-lalat besar populasinya semakin bertambah dan menyebar di rumah warga sekitar," ujar Ria. (umi/)


Berita Terkait