Pagi-pagi Jokowi Panggil Menterinya ke Istana, Ada apa?

Pagi-pagi Jokowi Panggil Menterinya ke Istana, Ada apa?

Ray Jordan - detikNews
Rabu, 13 Jul 2016 10:44 WIB
Pagi-pagi Jokowi Panggil Menterinya ke Istana, Ada apa?
Foto: Menteri Amran Sulaiman, Siti Nurbaya dan Ferry Mursyidan di Istana (Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - Pagi ini beberapa menteri Kabinet Kerja menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Ada apa?

Pantauan detikcom, sejak pukul 09.00 WIB tiga unit mobil menteri yakni bernopol RI 38, RI 39 dan RI 42 sudah terparkir di halaman belakang Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/7/2016).

Diketahui, mobil RI 38 ditumpangi oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, RI 39 ditumpangi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dan RI 42 ditumpangi oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan. Sekitar pukul 09.40 WIB, Menko Perekonomian Darmin Nasution masuk ke kompleks Istana Kepresidenan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar pukul 10.00 WIB, Menteri Amran Sulaiman, Siti Nurbaya dan Ferry Mursyidan tampak keluar dari dalam Istana Kepresidenan. Saat ditanya, Siti mengaku membahas soal lahan dan pertanian bersama Presiden Jokowi.

"Membahas masalah pertanian, ketersediaan lahan untuk kesejahteraan masyarakat di samping untuk mengurangi impor gula, jagung dan sapi," kata Siti.

"Kami mau swasembada dipenuhi dalam negeri tapi lahannya jadi persoalan. Kita sudah siapin lahannya untuk rakyat dan sudah ada skemanya dengan janji Bapak Presiden untuk memakmurkan rakyat," tambahnya.

Senada dengan Siti, Ferry Mursyidan juga mengaku membahas soal lahan dan pertanian. "Tadi bicara soal ketersediaan lahannya, lalu kaitan dengan hutan sendiri. Kita lapor lagi dua minggu hasilnya realisasi roadmap. Realisasi kebutuhan yang Pak Amran sampaikan ada beberapa penambahan lahan untuk tebu. Nah kami harus siapkan itu," katanya.

Sementara itu, Amran menambahkan, ada 15 perusahaan gula yang serius membutuhkan lahan di Indonesia. Namun perusahaan-perusahaan ini berkapasitas menengah.

"Jadi gini, ada 15 perusahaan yang serius butuhkan lahan. Pabrik gulanya ada, dia pabriknya ini middle capacity, yang biasanya kapasitas 10 ribu hanya mampu giling 5.000. Padahal yang tersedia kapasitas giling adalah 10 ribu. Nah, ini kami upayakan lahan, rapat koordinasi hari Senin, insya Allah Presiden menunggu hasil lokasi yang ditunjuk ini dua pekan kemudian," jelas Amran.

Benar tidak ada pembahasan lain? Soal reshuffle?

"Tadi dipanggil kaitannya soal lahan dan pertanian. Itu saja," kata Ferry. (jor/hri)


Berita Terkait