"Kabarnya begitu (Golkar dan PAN masuk) namun parpol pendukung pemerintah menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden," kata Sekjen PPP Arsul Sani saat berbincang, Selasa (12/7/2016).
Dukungan Golkar dan PAN ke pemerintah memang menyusul. PAN mendeklarasikannya pada September 2015 sementara Golkar mengesahkan dukungan di Munaslub pada Mei 2016 lalu. Namun, dua partai ini belum masuk di kabinet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Idrus Marham saat disinggung soal reshuffle, menyatakan bahwa Partai Golkar mendukung pemerintah tanpa syarat. Golkar pun tidak akan ikut campur.
"Kita tidak pernah bicara masalah itu. Kita serahkan ke presiden. Kita tidak bisa ikut cawe-cawe," kata Idrus Marham dalam perbincangan, Senin (11/7/2016).
Sementara itu, PAN mengakui sudah menyiapkan sejumlah nama kader untuk menjadi menteri. Namun, nama-nama itu tidak diungkap.
"Dari dulu PAN memang sifatnya menunggu saja. Karena itu hak prerogatif, kalau diajak kami sudah siapkan kader," kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto dalam perbincangan, Selasa (12/7/2016).
(Baca juga: Novanto: Jokowi Tahu Mana Menteri yang Baik dan yang Kurang)
Yandri mengatakan bahwa dukungan PAN ke pemerintah tanpa syarat. Oleh sebab itu, bila tidak diajak masuk kabinet pun PAN terima saja.
"Kalau tidak diajak, PAN tetap dukung pemerintah," ujarnya.
Pada akhirnya, tentu keputusan ada di tangan Presiden Joko Widodo. Momen pelantikan Kapolri yang disebut-sebut akan berbarengan dengan reshuffle kabinet itu sendiri akan berlangsung esok hari, Rabu (13/7). (imk/hri)











































