"Presiden pasti mempertimbangkan banyak hal untuk kinerja yang baik. Presiden pasti punya alat ukur mana yang perlu ditingkatkan kinerjanya, yang perlu digeser, atau di-reshuffle," kata Ketua DPP Nasdem Johnny G Plate dalam perbincangan, Selasa (12/7/2016).
Johnny menuturkan bahwa konsolidasi politik nasional saat ini sudah semakin baik. Ini adalah waktu yang tepat bagi pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada akhirnya, keputusan soal reshuffle kabinet ada di tangan Jokowi. Nasdem menegaskan tidak akan ikut campur.
"Kalau terkait itu kita serahkan ke Presiden deh. Kalau terasa perlu mengganti, itu terserah Presiden," ujar Johnny.
Sebelumnya, Sekretaris Fraksi Hanura, Dadang Rusdiana berharap reshuffle kabinet dilakukan dalam waktu dekat. Dia menyebut konon perombakan kabinet dilakukan setelah pelantikan kapolri.
"Yang selama ini kita dengar, konon, berbarengan dengan pelantikan Kapolri. Tapi mungkin juga Presiden punya pertimbangan lain karena reshuffle ini dinamikanya tidak sederhana," kata Dadang Rusdiana dalam perbincangan, Senin (11/7).
Mensesneg Pratikno mengatakan bahwa pelantikan Tito Karnavian sebagai Kapolri akan berlangsung pada 13 Juli 2016. Pelantikan itu akan langsung dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. (imk/bag)











































