"Memang banyak sekali titipan-titipan yang tidak bisa kami laksanakan untuk menerima itu. Karena memang aturannya dengan sistem CAT itu melihat langsung. Bagaimana yang brsangkutan itu lulus atau tidak," jelas Rektor IPDN Ermaya Suradinata di Kemendagri, Senin (11/7/2016).
"Jadi tidak ada lagi head to head, misalkan panitia dengan calon praja atau dengan orang tua, itu tidak ada lagi," sambung dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang kendala-kendala dihadapi beberapa daerah, tapi proses pelaksanaan sesuai prosedur dapat berjalan dengan lancar. Karena panitianya dari terpadu, dari Kemendagri yakni IPDN, Kemenpan, BKN, dan dari KPK," sambungnya.
Menurut dia, sesuai arahan Presiden dan Menteri Dalam Negeri, agar seleksi berlangsung bersih, maka dilakukan dengan sistem yang otomatis.
"Orang-orang yang nitip itu banyak, tetapi tidak ada satu pun yang kita lakukan. Ada sekarang ditemukan orang dekat IPDN lah atau orang dekat Mendagri bahwa harus meluluskan, bahwa itu tidak benar," tegas dia.
Seleksi IPDN dilakukan sesuai kebutuhan formasi berdasarkan data KemenPAN. Dan untuk tahun ini ada 900, yang kemudian dibuka pendaftaran yang mendaftar 34 ribu.
"Dari 34.000 yang memenuhi administrasi itu 13.000. Dari 13.000 melalui seleksi kompetensi dasar, seperti pengetahuan pancasila, pengetahuan umum. Jadi sistemnya gugur, begitu dia tidak lulus satu bagian dia tidak bisa melanjutkan. Sekarang ada di posisi tes kesehatan kedua. Nanti memasuki tahap terakhir pantohir," urai dia. (dra/dra)











































