AS Tolak Selidiki Ulang Kasus Penyiksaan Reporter Reuters
Rabu, 23 Mar 2005 14:44 WIB
Jakarta -
Departemen Pertahanan Amerika Serikat menolak untuk membuka kembali penyelidikan seputar dugaan penyiksaan yang dilakukan pasukan AS terhadap tiga wartawan Irak. Alasannya, Pentagon puas dengan investigasi awal yang menyatakan bahwa para prajurit AS tidak bersalah.Ketiga reporter tersebut bekerja untuk Reuters. Menurut kantor berita ternama tersebut, penyelidikan itu tidak memasukkan bukti-bukti yang dimiliki ketiga jurnalis tersebut. Sehingga investigasi tersebut tidaklah cukup dan harus diulang.Lawrence Di Rita, wakil khusus untuk Menteri Pertahanan (Menhan) AS Donald Rumsfeld, mengatakan bahwa Komando Pusat AS dan Pentagon telah menganalisa investigasi awal militer tersebut. "Investigasi itu dinyatakan cukup, dan tidak ditemukan basis untuk membukanya kembali," ujar Di Rita seperti diberitakan situs Aljazeera.com, Rabu (23/3/2005)."Disayangkan bahwa Reuters tetap tidak puas dengan tindakan yang diambil sehubungan dengan insiden itu," imbuhnya.Penolakan Pentagon ini sangat mengecewakan Reuters. "Saya sangat kecewa karena Departemen Pertahanan memilih untuk tidak membuka kembali investigasi yang jelas-jelas cacat mengenai insiden yang sangat mengganggu itu," cetus Global Managing Editor Reuters, David Schlesinger.Ketiga wartawan Irak tersebut, bersama-sama dengan seorang pekerja lepas untuk jaringan Amerika, NBC, ditangkap pasukan AS pada 2 Januari 2004 lalu. Mereka semua dibebaskan tiga hari kemudian. Para jurnalis itu mengklaim bahwa mereka berulang kali dipukul, disiksa serta mengalami pelecehan seksual selama ditahan di Forward Operating Base Volturno, dekat kota Fallujah, Irak. Hasil penyelidikan militer AS menyebutkan bahwa tentara-tentara AS yang bersaksi di bawah sumpah itu tidak terlibat dalam penyiksaan tersebut.
(ita/)










































