Hal ini ditegaskan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat ditanya soal senjata Paspampres dari AS di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (11/7/2016). Gatot memastikan, tak ada yang salah dengan pembelian tersebut, namun proses masuknya memang bermasalah.
"Mereka beli secara legal di sana hanya masuk administrasinya saja di sini. Setelah itu semua ada di Paspampres untuk berlatih mereka di sini," kata Gatot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pribadi yang beli tapi itu berbagai jenis senjata yang dia tak miliki di sini kemudian untuk dia latihan. Bukan latihan olah raga untuk melatih secara perorangan," tegasnya.
Jenis senjatanya adalah hand gun. Gatot hanya menyebut jumlahnya 7-8 pucuk. Sementara dari pemberitaan di media Amerika Serikat, jumlah senjata yang dibeli ada 22 pucuk. Terdiri dari pistol Glock 17 9 mm pistol, Glock 19 9 mm, dua Glock Model 43 9 mm dan Heckler & Koch Model P30L 9 mm. Nilai senjata itu berkisar US$ 21 ribu.
"Sekitar 4-6 bulan lalu begitu dapat info kemudian senjatanya sudah kita sita semua. Sekarang di puskom tni barbuknya kita sita semuanya," papar Gatot.
Gatot menyebut ada banyak oknum Paspampres yang terlibat. Mereka sudah dikenai sanksi administrasi dan disiplin. Namun Gatot tak menyebut identitas para oknum tersebut. (mad/mad)










































