"Yang selama ini kita dengar, konon, berbarengan dengan pelantikan kapolri. Tapi mungkin juga presiden punya pertimbangan lain karena reshuffle ini dinamikanya tidak sederhana," kata Sekretaris Fraksi Hanura, Dadang Rusdiana dalam perbincangan, Senin (11/7/2016). Pelantikan Kapolri baru direncanakan 12 Juli bulan ini.
Baca juga: Kapolri: Komjen Tito Dilantik 12 Juli, Sertijab 14 Juli
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini. Saya melihat presiden sudah mengantongi beberapa pos yang akan diganti atau digeser. Tapi kita tidak tahu siapa yang akan dirotasi," ungkapnya.
Hanura menyatakan tidak pernah mendesak atau menahan presiden dalam melakukan perombakan kabinet. Yang jelas, reshuffle kabinet haruslah melihat kepentingan masyarakat, bukan hanya untuk memuaskan partai pendukung.
"Fraksi Hanura akan mendukung sepenuhnya keputusan yang diambil oleh presiden. Dan kita memahami bahwa ada pertimbangan yang matang dari presiden. Masyarakat ingin reshuffle harus mampu menjawab persoalan yang ada, bukan hanya bagi-bagi kekuasaan," papar Dadang.
"Kita dukung presiden. Reshuffle kapan saja dan siapa saja yang diganti," lanjutnya.
Pelantikan Tito Karnavian sendiri direncanakan pada Selasa (12/7) esok hari. Setelah itu, sertijab dijadwalkan pada Kamis (14/7).
(imk/tor)











































