Dua Kandidat Ketum PAN Minta Hatta Mundur dari Kabinet

Dua Kandidat Ketum PAN Minta Hatta Mundur dari Kabinet

- detikNews
Rabu, 23 Mar 2005 14:18 WIB
Jakarta - Seruan agar Hatta Rajasa mundur dari kabinet Indonesia Bersatu makin terdengar nyaring, seiring keputusannya maju sebagai calon ketua umum PAN. Dua kandidat ketua umum PAN meminta Hatta segera memutuskan mundur dari menteri. Seruan ini disampaikan Didik J Rachbini dan Moeslim Abdurrahman seusai acara peluncuran buku 'Ekonomi Politik dan Kebijakan Strategi Pembangunan' di Club Rasuna, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (23/3/2005). Didik dan Moeslim sebelumnya sudah berketetapan meramaikan bursa ketua umum PAN dalam kongres di Semarang 7-9 April 2005. Didik menilai, sangat tidak tepat bila orang yang sudah masuk dalam kabinet pemerintahan berkeinginan untuk menjadi ketua umum partai. "Posisi partai dengan partai harus sejajar. Tidak boleh ketua umum partai menjadi subordinasi dari ketua umum partai lainnya," kata Didik. Karena itu, kata Didik, ke depan, seharusnya partai cukup mengirimkan kader biasa saja untuk duduk di kabinet. Sebab, bila ketua umum partai ada di dalam kabinet, akan terjadi benturan kepentingan di mana akan mengurangi daya kritis partai itu," ungkapnya. Hal yang sama juga diungkapkan Moeslim Abdurrahman yang meminta agar Hatta Rajasa mundur dari jabatannya. "Sebaiknya mundur, karena secara etika politik mesti seperti itu. Apalagi ini menyangkut harga diri partai," tegasnya. Menurut Moeslim, seorang ketua umum partai harus independen dan bukan bagian dari pemerintah. "Hal yang sangat lucu bila ketua umum partai menjadi bagian kabinet yang dipimpin oleh ketua umum parpol lainnya," kata dia. Moeslim menyatakan hal itu, karena saat ini Wakil Presiden M Jusuf Kalla telah menjadi ketua umum partai Golkar. Karena itu, bila sampai nanti ketua umum PAN menjadi anggota kabinet SBY-Kalla, maka hal itu akan lucu. (asy/)


Berita Terkait