"Sesar aktif yang dimaksud adalah zona Sesar Sumatera (Sumatera Fault Zone). Dugaan kuat segmen yang aktif dan memicu gempa bumi saat ini adalah segmen Sesar Sumpur dengan laju geser 1 cm/tahun," ucap Daryono dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Minggu (10/7/2016).
Gempa tersebut terjadi pukul 16.31 WIB pada titik koordinat 0,21 LU dan 100,08 BT. Daryono menyebut berdasarkan analisis peta guncangan BMKG, tampak bahwa guncangan gempa bumi ini dirasakan di Pasaman dan sekitarnya dalam skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI), selanjutnya di Padang Panjang, Sicincin, Payakumbuh, Bukit Tinggi, Tanah Datar dalam intensitas II SIG-BMKG (III MMI) dan di Padang dan Pakanbaru intensitas I SIG BMKG (II MMI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daryono mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan. Dia mengimbau agar masyarakat Sumbar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa susulan yang lebih besar.
Meski demikian, BMKG mencatat adanya 2 gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil. "Ada 2 kali gempa susulan dengan kekuatan 4,3 SR dan 3,4 SR," pungkas Daryono. (dhn/nrl)










































