DetikNews
Minggu 10 Juli 2016, 06:34 WIB

Artefak Batu Bidak Catur Menghadap Laut Selatan, Ada Kaitan dengan Budaya Maritim

Wisnu Prasetyo, - detikNews
Artefak Batu Bidak Catur Menghadap Laut Selatan, Ada Kaitan dengan Budaya Maritim Foto: istimewa
Sukabumi - Artefak mirip bidak catur di Kampung Oncleng, Sukabumi diduga berasal dari era megalitik. Menurut Arkeolog UI Ali Akbar yang mendatangi lokasi serta melakukan pengamatan, dia menduga artefak ini ada kaitan dengan budaya maritim.

"Letak situs yang berada di punggungan bukit. Dari bukit tersebut dapat melihat laut selatan tanpa terhalang apa pun. Sepertinya ada relasi maya berkonsep budaya maritim antara nenek moyang dan laut yang bersifat transendental," kata Ali Minggu (10/7/2016).

Batu-batu unik seperti sedang berjejer di lereng bukit menghadap atau berorientasi ke laut. Batu itu berada di area geopark Ciletuh. "Peninggalan megalitik, mega artinya besar, litik atau lithic artinya batu," urai dia.

Dia menjelaskan ada semacam budaya maritim yang membentang di antara minimal Sukabumi dan Cianjur, dengan melihat kaitan situs bidak ini dan kaitannya dengan situs yang lain.

"Situs-situs megalitik seperti di Cisolok, Pelabuhan Ratu, Sukanagara, Gunung Padang meskipun berada di bukit atau gunung atau di ketinggian, namun sepertinya juga berorientasi ke laut," jelasnya.

Batu mirip bidak catur itu, jelas Ali, masih membutuhkan penelitian untuk mengetahui maksud pembuatannya. Ali menegaskan, setelah melihat ke lokasi ini bukan seperti yang dia bilang sebelumnya peninggalan abada 5 masehi dan bagian dari candi.

"Melihat banyaknya jumlahnya, diduga ini penanda individu masa lalu yang sudah meninggal," tutup dia.
(dra/dra)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed