"Diprediksikan jalur selatan akan meningkat untuk arus balik ini, ada kemungkinan akan lewat selatan yang kemarin lewat Brebes. Tapi saya hanya mengimbau agar masyarakat tidak terpaku pada Cipali saja, untuk (jalur) pulang bisa lewat selatan, tengah atau utara," ujar Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Agung Budi Maryoto saat ditemui di Cagak Nagreg, Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/7/2016).
Pada arus mudik tahun ini, jumlah kendaraan yang melintasi jalur selatan meningkat 19 persen dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini juga diprediksi terjadi pada arus balik dan dikhawatirkan menimbulkan kemacetan parah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia memastikan seluruh anggota Polres akan disiagakan mengatur arus kendaraan di sepanjang wilayah ini. Agung secara khusus menginstruksikan kepada anggota di lapangan untuk bertindak tegas terhadap pengemudi yang melanggar aturan dengan menyerobot jalur berlawanan.
"Masyarakat bisa memilih jalan pulang tidak harus menuntut ke Selatan semua. Oleh karena itu, seluruh Polres yang berada di jalur Selatan mulai dari Purworejo, Kebumen, Gombong, kemudi Wangon sampai dengan perbatasan Jawa Barat di Banjar dan Ciamis itu harus sudah siap semua," jelasnya.
Para pengendara yang melewati jalur selatan akan melintas di Tasikmalaya atau Garut arah Nagreg. Bila terjadi kemacetan di Nagreg, kendaraan dapat mengambil jalur ke Cijapati arah ke Rancaekek dan masuk Tol Cileunyi.
Bila memilih menggunakan jalur tengah, pengendara tujuan Jakarta bisa mengambil jalan ke Majalengka, Cirebon, Kuningan dan masuk Subang dan kemudian mengarah ke Tol Sadang Cikamuning hingga lanjut ke Tol Cikampek.
(fdn/fdn)











































