Di Hadapan Diaspora Banyuwangi, Bupati Anas Sampaikan Capaian Kerja

Di Hadapan Diaspora Banyuwangi, Bupati Anas Sampaikan Capaian Kerja

Aditya Mardiastuti - detikNews
Jumat, 08 Jul 2016 13:08 WIB
Di Hadapan Diaspora Banyuwangi, Bupati Anas Sampaikan Capaian Kerja
Temu kangen Diaspora Banyuwangi. Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Banyuwangi - Momen Diaspora Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi ajang silaturahmi sesama perantau yang mudik ke Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga melaporkan capaian kerja selama periode kepemimpinannya.

"Saya mengucapkan minal aidzin wal faidzin taqoballallohu minna wa minkum taqobbal yaa kariim. Selamat menjalankan lebaran," kata Anas dalam sambutannya di Pendopo Sabha Swagata, Banyuwangi, Jumat (8/7/2016).

Temu kangen Diaspora Banyuwangi. (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara diaspora ini juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Anas menjelaskan kedatangan Menteri Arief sebagai tokoh asal Banyuwangi.

"Pak Arief sebelum menjabat menteri merupakan sosok Banyuwangi di luar daerah yang sangat peduli dengan Banyuwangi. Kalau jadi tokoh Diaspora kebetulan dia menteri pariwisata," canda Anas yang disambut tawa hadirin.

Anas mengatakan, baru kali ada bupati Banyuwangi yang menjabat dua kali periode. Hal ini bisa terjadi karena kepercayaan masyarakat terhadap dirinya.

"Alhamdulilah saya terpilih kembali setelah 1 periode. Rumor dan mistik di Banyuwangi tidak ada bupati 2 periode tapi ternyata ketika rakyat berkehendak maka saya terpilih kembali. Alhamdulilah periode kedua tanpa kampanye kami mendapat suara 88 persen," tandasnya.

Sebagai kabupaten dengan wilayah terluas, masih banyak jalanan di Banyuwangi yang belum diaspal. Oleh karenanya Anas minta maaf kepada para perantau yang sedang mudik jika masih menemukan jalan yang kasar di daerahnya.

"Kami menyampaikan permohonan maaf masih banyak jalan belum selesai, tapi Banyuwangi sudah membangun 300 Km. Saya tanya di Ngaawi berapa bangun jalan katanya 600 Km di Banyuwangi jalan 3100 Km terpanjang di Jatim maka saya mohon maaf kalau ada jalan yang masih rusak tidak perlu ngetwit saya tinggal tunggu giliran," bebernya.

Bupati Anas juga menyampaikan capaian kerjanya kepada para perantau. Terlebih Pemkab Banyuwangi mendapat empat kali predikat 'Wajar Tanpa Pengecualian' (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan dan menjadi rujukan daerah lain untuk belajar.

"Pemprov (Jatim) 4 angkatan belajar ke Banyuwangi, satu angkatan jumlahnya 80 orang dan satu angkatan saja hotel sudah penuh,"

Anas membanggakan sektor pariwisata Banyuwangi yang tumbuh pesat. Namun dia juga tak lupa mendorong sektor ekonomi.

"Meski pariwisata Banyuwangi tumbuh, ekonominya juga tumbuh. Kami ada tim pemburu kemiskinan, ada Tim Garda Ampuh yang blusukan ke desa-desa untuk mencari anak-anak putus sekolah," katanya.

"Baru saja kami juga meluncurkan Banyuwangi Children Center (BCC) untuk menekan kekerasan pada anak. Setiap warga dapat melaporkannya melalui call center dan SMS center ke nomor 082139374444," sambungnya.

Mantan anggota DPR/MPR termuda ini juga menyebut setiap ada laporan diteruskan melalui grup chatting yang berisi Kepala Dinas dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Setiap laporan yang masuk diwajibkan selesai penanganan maksimal 4 jam.

Temu kangen Diaspora Banyuwangi. Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom


Mendengar pemaparan Anas tersebut ratusan perantau riuh bertepuk tangan. Salah satu perantau asal Desa Purwoharjo, Bambang, mengaku bangga menjadi 'Lare Using' (sebutan putra daerah Banyuwangi) apalagi saat ini isu kemiskinan dan kekerasan anak menjadi perhatian pemerintah daerah.

"Kagum dengan perkembangan Banyuwangi saat ini. Sektor pariwisata maju pesat tapi tak lupa dengan orang-orang miskin yang tinggal di desa-desa," kata Bambang yang sudah tujuh tahun tinggal di Bali ini.

Acara kemudian dilanjutkan dengan hiburan tari, lagu-lagu Using dan sajian makanan khas Banyuwangi seperti sego cawuk, rujak soto, pecel pithik dan sayur kesrut sebagai pengobat rindu para perantau ini.

Dalam kesempatan ini juga diteken MoU antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi dengan pemerintah desa tentang pencanangan 1000 homestay untuk mendukung sektor pariwisata Banyuwangi.

Sebagai penutup dilaksanakan halal bi halal bersama Menpar Arief Yahya, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Robi Bulan, Kepala Pengadilan Banyuwangi, Timur Pradopo dan Kepala Kejaksaan AA Adnyana.

(ams/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads