Nostalgia Para Perantau Saat Kembali ke Banyuwangi

Nostalgia Para Perantau Saat Kembali ke Banyuwangi

Aditya Mardiastuti - detikNews
Jumat, 08 Jul 2016 09:52 WIB
Nostalgia Para Perantau Saat Kembali ke Banyuwangi
Diaspora bertemu di Pendopo Banyuwangi, Jumat (8/7/2016).Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Jakarta - Ratusan perantau asal Banyuwangi, Jawa Timur, memenuhi Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi pagi ini. Mereka datang memenuhi undangan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk melepas kangen dan bernostalgia bersama dalam acara Diaspora Banyuwangi.

Acara dimulai pukul 08.45 WIB, Jumat (8/7/2016). Para perantau Ikatan Warga Banyuwangi (Ikawangi) dari Bali, Yogyakarta, Jakarta, Jember, Malang, Malaysia dan Taiwan ini kemudian disambut dengan tarian gandrung sebagai ucapan selamat datang.

Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya yang juga pulang kampung ke Banyuwangi. Tak hanya menyanyikan lagu Indonesia Raya, para perantau ini juga diajak menyanyi lagu Kangen Banyuwangi dan Tanah Kelahiran yang menggunakan bahasa Using.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu salah satu eks buruh migran dari Malaysia, Agung Pribadianto (30) mengaku merindukan suasana tanah kelahirannya Banyuwangi. Apalagi dia sudah enam tahun tinggal di Malaysia dan baru tahun ini merayakan Idul Fitri di Indonesia.

"Di kala pulang, kangen suasana Banyuwangi yang asri, kental adat dan keseniannya. Meski di Malaysia saya tidak pernah ketinggalan info soal lagu Banyuwangi terbaru dan info soal pariwisata Banyuwangi. Ternyata sekarang Banyuwangi betul-betul beautiful," kata pria yang sekarang berwirausaha ini.

Diaspora bertemu di Pendopo Banyuwangi, Jumat (8/7/2016). Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom


Kesempatan Diaspora Banyuwangi ini tampaknya memang dimanfaatkan para perantau untuk berkumpul dan silaturahmi. Wajah-wajah haru dan ceria ketika bertemu rekan-rekan mereka seperti cuplikan lagu Tanah Kelahiran berikut ini:

Embuh pirang tahun
Lawas sing sun sambang
Umah karang padesan
Papan klahiran

Seru kangen isun
Nong konco memengan
Enget magih gredoan
Sak dalan-dalan

Saikine isun, urip Nong kadoan
Ngembani kuwajiban Nong ibu pertiwi
Njaluk pujin riko mak bapak ring kono
Go mugo tabaheno Kulo ngumboro

Embuh tahun kapan
Embuh Dino paran
Sun ketemu angenan
Oh Blambangan

(ams/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads