Pemudik dari Jabodetabek Disarankan Balik Malam Ini untuk Hindari Horor Macet

Pemudik dari Jabodetabek Disarankan Balik Malam Ini untuk Hindari Horor Macet

Herianto Batubara - detikNews
Kamis, 07 Jul 2016 21:36 WIB
Pemudik dari Jabodetabek Disarankan Balik Malam Ini untuk Hindari Horor Macet
Ilustrasi kemacetan (Foto: Rachman Haryanto/detikFoto)
Karawang - Senada dengan Kemenhub, Kapolres Karawang AKBP AM Dicky Pastika Gading juga memprediksi arus balik mudik pada Sabtu dan Minggu (9-10 Juli). Ini imbauannya bagi pemudik agar pemudik tak terjebak macet.

Dicky mengimbau, sebaiknya pemudik, terutama yang mengarah ke Karawang, Bekasi, Jakarta, dan sekitarnya pulang lebih awal. Apalagi untuk pemudik yang akan bekerja di hari Senin (11/7).

"Kami berharap masyarakat yang balik dari mudik kembali jangan menunggu hari Sabtu atau Minggu. Kalau perlu malam ini atau besok (Jumat) sudah mulai kembali mengingat masih lenggang," ujarnya saat dihubungi lewat telepon, Kamis (7/7/2016) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(Baca juga: Arus Balik Lebaran, Menhub Prediksi Akan Ada Penumpukan di 4 Pintu Tol Ini)

Menurut Dicky, pemudik tidak akan terlalu terjebak horor macet jika kembali malam ini atau Jumat. Hal tersebut juga bisa mengurangi kepadatan kendaraan pada puncak arus mudik.

Kapolres Karawang AKBP AM Dicky Pastika Gading (istimewa)

"Kita tidak bisa melawan hukum alam mengingat volume jalan dan volume kendaraan yang akan kembali tidak berimbang," ujarnya.

Ditambahkan Dicky, jajarannya sendiri sudah siap siaga menyambut arus balik mudik. Seluruh personel Polres Karawang dan Pemda dan ormas dilibatkan untuk mengantisipasi kemacetan.

Jajaran Polres Karawang disiagakan antisipasi arus balik (istimewa)

"Untuk personel Polres Karawang yang dilibatkan adalah seluruh personel yaitu 1.253 orang, sedangkan anggota yang dikerahkan untuk menjaga jalur balik baik di jalur tol, arteri non tol serta jalur alternatif sejumlah 845 personel dibantu 4 SSK dari Brimobda dan Dalmas Sabhara Polda Jabar," jelasnya.

"Kami all out menjaga 1 kali 24 jam yang terbagi dalam 2 shift masing-masing selama 12 jam. Kami juga dibantu oleh jajaran Pemda Karawang, TNI dan berbagai potensi masyarakat serta ormas," sambungnya. (hri/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads