"Sejak H-5 sebelum lebaran pengamanan ini sudah dilakukan, cuman ada peningkatan keamanan pasca kejadian bom di Solo kemarin," ujar Kanit Brimob Polda Jabar Ipda Sriyanto saat ditemui detikcom di Pos Pol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Kamis (7/7/2016).
Sriyanto menjelaskan, sebetulnya program Brimob membantu personil di kewilayahan untuk pengamanan di jalur arus mudik dan balik sudah dilaksanakan sejak lama, namun karena momen peristiwa bom bunuh diri kemarin, maka setiap markas kepolisian disiagakan anggota Brimob sebagai bentuk tambahan pengamanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Masnurdiansyah |
Ditanya soal berapa personil yang diturunkan, ia mengungkapkan Brimob Polda Jabar menurunkan sebanyak 3 kompi yang tersebar di 3 Polres di wilayah hukum Polda Jawa Barat, yakni Polrestabes Bandung, Polres Bandung, dan Polres Tasikmalaya masing-masing satu kompi.
"Sekitar 330 personel yang turun dan langsung ditempatkan secara menyebar, ada di masing-masing kantor polisi seperti di Polres, Polsek, Pos kepolisian lalu lintas," terangnya.
Setiap petugas Brimob di lapangan saat bertugas dibekali dengan mengenakan rompi anti peluru dan senjata laras panjang.
"Rompi level 3, terus helm kevlar level 3, dan magazine yang berisi peluru hampa karet dan satu lagi magazine isi full peluru tajam," tambah Sriyanto.
Ia menambahkan untuk anggota Brimob yang bertugas di setiap pospol dibagi kedalam beberapa regu untuk siaga selama 24 jam penuh. Khusus di Pos Pol Cileunyi, anggotanya dibagi menjadi dua regu, yakni anggota yang bertugas pada waktu pagi hingga sore, lalu ditukar dengan regu yang bertugas dari malam hingga bertemu pagi lagi.
(Hbb/Hbb)












































Foto: Masnurdiansyah