Kemenkes Benarkan Ada Belasan Orang Meninggal karena Dipicu Kemacetan Horor

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Rabu, 06 Jul 2016 19:30 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kementerian Kesehatan membenarkan kejadian meninggalnya belasan orang saat arus mudik. Dampak kemacetan seperti kelelahan diduga menjadi pemicu gangguan kesehatan yang memperparah penyakit khusus yang sudah diderita sehingga menyebabkan kematian.

Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/7/2016), Kemenkes menyebutkan peristiwa meninggalnya belasan orang terjadi di wilayah berbeda dalam rentang waktu tiga hari yakni, hari Minggu (3/7) hingga Selasa (5/7).

"Menanggapi pemberitaan tentang adanya 13 korban meninggal di saat kemacetan di Brebes, berdasarkan laporan yang diterima dari Dinas Kesehatan, Kementerian Kesehatan mengklarifikasi bahwa kejadian tersebut terjadi dalam 3 hari sejak tanggal 3-5 Juli, di berbagai tempat, dengan berbagai faktor risiko. Bukan akibat macet dalam 1 hari dan 1 tempat yang sama seperti diberitakan sejumlah media," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Oscar Primadi dalam keterangannya, Rabu (6/7/2016).

Kemenkes mengatakan, ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab adanya korban yang meninggal. Kelelahan dan kekurangan cairan dapat berdampak fatal. Apalagi pada kelompok rentan anak-anak, orang tua, pemudik dengan penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, jantung yang dapat meningkatkan risiko kematian.

"Ditambah lagi kondisi kabin kendaraan yang relatif sempit serta tertutup dengan pemakaian AC terus menerus akan menurunkan oksigen serta naiknya CO2," tegas Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Achmad Yurianto.

Kemacetan parah--yang terjadi di Pejagan-Brebes--ini yang menjadi pemicu gangguan kesehatan akut yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Soal tempat kejadian berbeda yang dimaksud Kemenkes, Oscar saat dikonfirmasi ulang detikcom mengaku belum mendapatkan informasi detil.

"Dari rilis yang kami terima berbeda tempat, tapi nanti dikomunikasikan dulu (untuk detilnya)," kata Oscar di sambungan telepon.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Sri Gunadi Parwoko sebelumnya mengatakan ada 12 orang yang meninggal dunia karena dipicu kemacetan parah di jalur Pejagan-Brebes Timur.

"Karena mungkin yang jelas sudah punya penyakit bawaan, kemudian diikuti perjalanan yang begitu bikin stres orang lebih dari 20 jam ke atas dari Jakarta sampai Brebes," ujar Sri Gunadi Parwoko saat dikonfirmasi, Selasa (5/7).

(Baca juga: 12 Orang Meninggal Dunia Akibat Terjebak Macet Horor di Brebes)

Menurut dia, tim kesehatan kesulitan melakukan evakuasi saat mendapatkan laporan adanya pemudik yang mengalami sakit dan terjebak kemacetan. Akibatnya mereka tak tertolong.

Menurut Sri, kebanyakan korban meninggal justru yang berada di luar jalan tol. Posisinya pun tersebar di sejumlah titik. "Ada yang langsung dikirim ke rumah setempat, ada yang ke Slawi, ada yang ke RSU," imbuh Gunadi.

Soal kejadian ini, Menhub Ignasius Jonan meragukan kematian disebabkan karena kemacetan parah yang terjadi di jalur mudik Pejagan-Brebes. Jonan meyakini bahwa mereka meninggal karena memiliki penyakit, bukan efek macet.

(Baca juga: 12 Orang Meninggal Setelah Terjebak Macet di Brebes, ini Kata Menhub)

"Orang meninggal bisa dengan cara macem-macem. Kalau ada yang mengutip ada yang meninggal karena macet kok saya baru tau ini seumur hidup saya? Begini, kalau tidak mengidap penyakit sebelumnya, saya kira enggak akan meninggal," ujar Menhub Ignasius Jonan di sela menghadiri open house di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (6/7).

Tetapi Jonan tak memungkiri bilamana ada korban meninggal akibat kecelakaan. Dia yakin orang dengan kondisi fit tetap akan sehat meski terjebak macet berjam-jam.

"Ada yang bilang macet 12 jam dehidrasi, kalau puasa berapa jam? Lebih saya kira 12 jam, buktinya enggak apa-apa juga," imbuh Jonan. (fdn/fjp)