Senator Filipina Diperlakukan Buruk di Bandara AS
Rabu, 23 Mar 2005 12:59 WIB
Jakarta - Pemerintah Filipina mengecam penghinaan yang diduga dilakukan pejabat-pejabat imigrasi AS terhadap seorang senator Filipina di bandar udara (bandara) AS. Senator tersebut tak lain adalah istri dari mantan Presiden Filipina Joseph Estrada yang terguling beberapa tahun silam. Senator Luisa "Loi'' Estrada melaporkan kepada Presiden Senat Filipina, Franklin Drilon bahwa dirinya ditahan selama satu setengah jam di sebuah ruangan imigrasi di bandara San Francisco pada Minggu (20/3/2005) lalu.Demikian seperti dilansir kantor berita Associated Press, Rabu (23/3/2005).Saat itu, Luisa ditanyai oleh seorang agen imigrasi mengenai tuduhan korupsi terhadap suaminya. Seperti diketahui, Estrada sedang diadili atas dugaan korupsi sebesar 4 miliar peso (US$ 71,6 juta)selama pemerintahannya dulu. Pria berusia 67 tahun itu membantah tuduhan tersebut.Drilon mengecam insiden itu sebagai "perlakuan buruk para pejabat imigrasi AS terhadap seorang senator Filipina yang dipilih sebagaimana mestinya." Drilon telah menyampaikan protes pemerintah Filipina atas peristiwa itu kepada Duta Besar AS untuk Manila, Francis Ricciardone. Dubes AS itu telah meminta maaf dan berjanji akan menyelidiki hingga tuntas kasus ini.Juru bicara kepresidenan Filipina, Ignacio Bunye, juga menyatakan keberatannya atas perlakuan yang diterima istri Estrada itu. "Para anggota parlemen Filipina layak akan penghormatan di tanah asing sama seperti semua pejabat pemerintah asing dan diplomat yang mendapat penghormatan dan kesopanan di negara kami," tegas Bunye.
(ita/)











































