Takbir Keliling Ditiadakan, Warga Pangkalpinang Gelar Lomba Bedug

Takbir Keliling Ditiadakan, Warga Pangkalpinang Gelar Lomba Bedug

Nur Khafifah - detikNews
Selasa, 05 Jul 2016 23:13 WIB
Takbir Keliling Ditiadakan, Warga Pangkalpinang Gelar Lomba Bedug
Foto: Nur Khafifah
Pangkalpinang - Semarak malam takbiran begitu terasa di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung. Gema takbir berkumandang dari seluruh masjid di Pangkalpinang.

Sahut-sahutan suara takbir dari masjid satu dengan lainnya menambah keriuhan suasana menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Jumlah masjid di Kota Pangkalpinang memang cukup banyak. Dari luas area yang hanya sekitar 118.000 km2, ada lebih dari 200 masjid yang berdiri di kota ini.

Selain takbir di masjid-masjid, Pemkot Pangkalpinang juga menyelenggarakan Gema Takbir dan Festival Bedug di pendopo alun-alun Lapangan Merdeka. Kemeriahan malam takbiran memang dipusatkan di titik nol Kota Pangkalpinang ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Gema Takbir dan Festival Bedug, ratusan warga juga menggelar pesta kembang api di tengah lapangan. Kemudian di sisi selatan, terdapat pusat kuliner dan persewaan bom-bom car untuk anak-anak.

Tamansari atau Wilhelmina Park yang berada di sisi utara Lapangan Merdeka juga tak kalah ramai. Taman ini didominasi anak-anak muda yang duduk-duduk berkumpul sambil berpesta kembang api.

Pemkot Pangkalpinang memang meniadakan takbir keliling. Namun demikian, kemeriahan malam takbiran tetap tidak berkurang.

"Sudah 2 tahun ini kami meniadakan takbir keliling untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kami menggantinya dengan Gema Takbir dan Festival Bedug ini," ujar Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Kota Pangkalpinang, Fitriansyah di Lapangan Merdeka, Pangkalpinang, Babel, Selasa (5/7/2016).

Ada 15 peserta perwakilan kelurahan yang mengikuti lomba takbir dan bedug ini. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga tak ragu untuk menunjukkan kebolehannya. Kapasitas mereka mampu bersaing dengan peserta dewasa.

"Acara ini, selain mengikuti hadis nabi dengan banyak-banyak mengumandangkan takbir, juga untuk melestarikan budaya Melayu berupa menabuh bedug," ujar Fitriansyah.

Sebab saat ini budaya menabuh bedug di masjid saat menjelang waktu salat sudah mulai luntur. Menabuh bedug hanya dilakukan di saat-saat tertentu saja seperti waktu berbuka puasa dan salat Jumat. Itu pun tak semua masjid masih menerapkan.

"Karena Pangkalpinang ini kan banyak etnis Melayunya. Jadi kita harus lestarikan budaya kita sendiri," tutur pria yang akrab disapa Pit ini.

Hingga saat ini suasana di Lapangan Merdeka masih ramai meski acara Gema Takbir dan Festival Bedug telah usai. Pemkot Pangkalpinang mengimbau agar warga tak terlalu lama menghabiskan waktu di Lapangan Merdeka dan melanjutkan untuk berisitirahat di rumah masing-masing.

"Warga diimbau untuk tidak berlama-lama lagi di sini karena besok pagi mau diselenggarakan Salat Id di lokasi ini," ujar salah seorang panitia Gema Takbir dan Festival Bedug. (kff/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads