Soal Takbir Keliling, Bupati Dedi: Pemerintah Harusnya Memfasilitasi

Soal Takbir Keliling, Bupati Dedi: Pemerintah Harusnya Memfasilitasi

Tri Ispranoto, - detikNews
Selasa, 05 Jul 2016 22:46 WIB
Soal Takbir Keliling, Bupati Dedi: Pemerintah Harusnya Memfasilitasi
Foto: Pendeta dan pastur memukul bedug tanda dimulainya acara pawai 999 bedug (Tri Ispranoto/detikcom)
Purwakarta - Sejumlah daerah di Indonesia melarang kegiatan takbir keliling untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1437 H yang jatuh pada esok hari. Namun ada juga daerah yang tidak melarang kegiatan tahunan tersebut, salah satunya Kabupaten Purwakarta.

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengatakan, kegiatan takbir keliling di sejumlah daerah di larang lantaran kegiatan yang digelar untuk menyambut hari kemenangan itu kerap menimbulkan kecelakaan hingga konflik.

"Tapi di sinilah seharusnya pemerintah hadir untuk memfasilitasi dan mengelola kegiatan takbir keliling agar bisa dinikmati bersama," jelas Dedi di sela-sela acara pawai 999 bedug di Kabupaten Purwakarta, Selasa (5/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dedi mencontohkan kegiatan pawai bedug yang rutin digelar setiap tahunnya ini menjadi menarik karena pemerintah mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dengan menghias berbagai macam kendaraan pengangkut bedug dan memilih para pemukul terlatih untuk menabuh bedug.

Selain itu keberadaan para pemuka agama non muslim yang turut berpartisipasi dalam acara pun membuat malam takbiran untuk menyambut hari kemenangan menjadi lebih khidmat karenan mengedepankan keberagaman dan toleransi beragama.

"Jumlah 999 bedug dan lampion juga kita mengambil filosofi atau makna yang sakral dari angka dalam agama islam. Di mana angka 9 itu adalah puncaknya angka atau tertinggi dalam ketauhidan," tuturnya.

Sementara itu salah seorang pendeta hindu, I Made Kandi, mengaku bangga bisa ikut terlibat dalam perayaan umat muslim di Kabupaten Purwakarta. "Saya sangat mendukung acara ini. Karena ini sama dengan apa yang diajarkan dalam agama kita yakni membina hubungan manusia dengan pencipta, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Saya sangat senang dan bangga," ucapnya.

Usai rangkaian pawai 999 bedug, acara pun ditutup dengan kemeriahan 999 kembang api yang diluncurkan dari Lapangan Sahate yang tidak jauh dari Gedung Kembar. Banyaknya kembang api yang meledak di udara pun membuat langit di sekitaran lokasi berwarna dan meriah dengan tepuk tangan warga yang menyaksikan.

(dra/dra)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini