Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, mengatakan metode mobilisasi mobil kecil/pick up bermuatan Pertalite dan Dexlite dalam drum telah cukup membantu. Namun, kata Wianda, dalam perkembangannya lalu lintas mulai padat sehingga perlu langkah alternatif lain untuk memasok BBM untuk masyarakat.
tim Pertamina jemput bola di tengah kemacetan |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahan Bakar Khusus jenis Pertamax dihargai Rp 7.850/liter, Rp 15.000/2 liter, Rp 39.000/5 liter, dan Rp 78.500/10 liter. Adapun, Pertamax Plus seharga Rp 44.000/5 liter, dan Rp 87.500/10 liter, serta Rp 86.000/10 liter untuk Pertamina Dex.
"Pertamax Series kemasan tersebut di antar ke titik-titik penjualan di dalam tol seperti Rest Area 252 tol Pejagan, jalur Ketanggungan-Jatibarang, Ketanggungan-Bumiayu, dan SPBU Kaligangsa," sebut Wianda.
Sebelumnya, Wianda mengatakan, berbagai langkah seperti pengawalan untuk Tanki BBM oleh Kepolisian untuk memecah kemacetan, penyediaan kantong-kantong BBM di SPBU yang diproyeksikan menjadi tempat masyarakat mengisi BBM telah dijalankan.
Jumlah SPBU yang menjual BBK kemasan di Brebes juga ditambah menjadi sembilan unit. Pertamina, katanya, juga menyiapkan kios Pertamax di rest area KM 252 di area Pejagan.
Selain itu, Pertamina juga telah membuka beberapa SPBU di titik kemacetan dari Pejagan-Brebes Timur, seperti di Pejagan KM 258, Brebes Barat KM 254, dan Brebes Exit KM 266.
Pertamina tambah stok |
Lebih dari 400-an unit mobil tanki BBM dikerahkan dan beberapa di antaranya mendapat pengawalan Kepolisian untuk dapat menuju lokasi yang ditentukan.
Selain stok BBM yang dikirimkan melalui supply point TBBM Tegal, guna mengatasi permasalahan kemacetan dalam distribusi, Pasokan BBM juga dilaksanakan dari supply point Terminal BBM Semarang Group dengan jalur distribusi yang berlawanan dengan arus kemacetan. (fjp/fjp)












































tim Pertamina jemput bola di tengah kemacetan
Pertamina tambah stok