Buruh Tambang Pasir Nyaris Ngamuk di Polda Sulteng
Rabu, 23 Mar 2005 12:24 WIB
Palu - Sebanyak 20 buruh tambang pasir Desa Buluri, Kabupaten Donggala, Sulteng, nyaris mengamuk di Polda Sulteng, Jl Sam Ratulangi, Palu, Rabu (23/3/2005). Mereka berdatangan ke Polda Sultang pukul 12.00 Wita.Para buruh tambang pasir mendatangi kantor polisi untuk meminta Rustam Daeng Mangata dibebaskan dari tahanan Polda. Mereka mengaku Rustam adalah majikan mereka.Polisi menahan Rustam pada Selasa malam atas laporan Hendrik Nggau. Hendrik adalah pimpinan PT Duta Rezeki yang mengelola pertambangan pasir di Desa Baluri. Rustam juga mengaku sebagai salah satu pimpinan PT itu. Jadi di PT itu ada dua kepemimpinan.Masalah bermula ketika salah satu tongkang pasir akan diberangkatkan Rustam ke Kalimantan Timur tadi malam. Namun Hendrik melarangnya dengan alasan Rustam tidak berwenang melakukan penjualan pasir atas nama perusahaan. Hendrik lalu melaporkan hal itu ke polisi dan Rustam pun dijemput.Menurut salah seorang buruh pasir, Erwin, selama ini hanya Rustam yang mau memperhatikan mereka. "Kalau Rustam terus ditahan, siapa yang mengurus pembayaran gaji kami?" gugatnya.Ketika datang ke Polda, Erwin dkk langsung berteriak-teriak. "Mana polisiyang menangkap Pak Rutam! Bebaskan Pak Rustam!" koarnya sambil menepuk-nepuk dadanya. Dia sempat melepaskan kaosnya hingga tampaklah badannya yang gempal dan berkulit hitam terbakar matahari.Laju Erwin dkk yang semuanya berbadan padat berisi dihalangi oleh satu peleton pasukan Perintis Polda yang biasa berjaga. Emosi rombongan buruh pasir mereda setelah mereka diterima oleh Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Rais Adam.
(nrl/)











































