"Meski ada antrean, semuanya lancar. Hanya dinamika arus mudik yang terjadi. Tidak ada tindak kriminalitas, hanya antrean dan kecelakaan. Meski begitu kita evaluasi penyebab antrean ini," ujar Sugeng, Senin (4/7/2016).
Setiap tahun menurutnya selalu terjadi antrean di Pelabuhan Gilimanuk. Kali ini antrean juga disumbang oleh pendataan manifes penumpang. Sugeng menginginkan adanya perbaikan mekanisme pembelian tiket yang juga masih manual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Ardian Fanani/detikcom |
Sedangkan terjadinya antrean truk di pelabuhan terjadi karena penampungan sementara truk di jembatan timbang, Cekik, Jembrana, tidak mampu menampung truk-truk tersebut.
"Dari data yang ada itu 935 truk sedangkan areal penampungan hanya 300. Terpaksa di seberangkan kita minta tahun depan tak ada truk menyebrang di H- Lebaran seperti ini," pungkasnya.
Sementara itu, GM PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang, Yusuf Hadi mengatakan, untuk mekanisme online di penjualan tiket terintegrasi dengan manifes penumpang segera diwujudkan ASDP pada tahun depan. Karena saat ini belum ada sarana dan prasarana penunjang untuk pemberlakuan online.
"Selain itu perlu adanya sosialisasi kepada penumpang. Tapi kita berjanji tahun depan sudah kita terapkan. Tiket online nantinya akan juga menghapus pendataan manifes secara manual. Sehingga percepatan pelayaran bisa dilakukan," ujarnya. (fdn/fdn)












































Foto: Ardian Fanani/detikcom