"Diduga seperti itu (bunuh diri)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono saat dikonfirmasi, Senin (4/7/2016).
"Dia memang punya riwayat penyakit, orangnya tidak bisa ditaruh di tempat yang tekanannya berat. Tapi kita sudah tempatkan dia sebagai staf," lanjut Awi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejadian ini berawal saat ibu korban, Tina Herawati, mendengar suara tembakan pada Senin (4/7) pukul 05.00 WIB dari kamar Heri. Selain itu terdengar pula suara tangisan. Beberapa hari sebelumnya, Heri juga diketahui menembakkan senapan angin ke dirinya sendiri.
"Lalu kemudian saksi masuk ke dalam kamar korban dan melihat korban dalam keadaan duduk tengkurap di samping tempat tidur," ujar Awi.
Tina selanjutnya membuang senapan angin yang ia temukan di kamar Heri ke kali di samping rumah yang beralamat di Pondok Aren, Tangerang Selatan.
"Lalu saksi bertanya kenapa nangis namun korban diam saja. Lalu saksi keluar rumah ke rumah ketua RT setempat namun tidak ada, sekitar jam 08.00 WIB saksi pergi ke Polsek Pondok Aren," ungkap Awi.
"Anggota piket Reskrim dan SPK meluncur ke TKP dan ketika di cek ternyata korban sudah meninggal dunia dengan keadaan duduk tengkurap di samping tempat tidur kamarnya dan kondisinya keluar darah dari hidung dan tubuhnya sudah kaku," jelasnya. (rna/imk)











































